PASAR MODAL

Senin, 29 Oktober 2018 | 07:45 WIB
Highlight

IHSG Coba Bertahan

Wahid Ma'ruf
IHSG Coba Bertahan
(Foto: Inilahcom)
1 2


INILAHCOM, Jakarta - Bursa saham utama dunia sudah turun tajam pada pekan lalu, sehingga berpotensi rebound atau setidaknya berkonsolidasi pada pekan ini.

Menurut praktisis pasar modal, Stefanus Mulyadi Hanoko, jika bursa saham dunia rebound, maka IHSG berpotensi mengikuti atau setidaknya melanjutkan konsolidasinya dan tidak turun tajam. Rilis kinerja keuangan emiten yang banyak keluar pada pekan ini (jelang akhir bulan Oktober) diharapkan dapat menopang laju IHSG.

"Sementara itu pelaku pasar juga tengah mencermati rilis data ekonomi manufaktur dan inflasi bulan Oktober pada hari kamis tanggal 1 November 2018. BI memperkirakan inflasi Oktober 2018 akan berada di kisaran 0,17% dan secara year on year sebesar 3,05%," katanya Minggu (29/10/2018).

Dari luar negeri, minggu ini cukup banyak data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar, diantaranya adalah Senin 29 Oktober 2018, Rilis data pendapatan dan pengeluaran perorangan AS, Rilis data tingkat pengangguran Jepang.

Selasa 30 Oktober 2018, Rilis data keyakinan bisnis dan GDP zona eropa, Rilis data keyakinan konsumen AS. Rabu 31 Oktober 2018, Rilis data inflasi Australia, Kebijakan suku bunga Jepang dan konferensi pers BOJ, Rilis data pekerjaan ADP dan persediaan minyak AS, Rilis data tingkat pengangguran zona eropa.

Kamis 1 November 2018, Rilis data perdagangan Australia, Rilis data caixin manufaktur China, Rilis data manufaktur dan inflasi Inggris, Kebijakan Suku bunga Inggris dan Pernyataan Gubernur BOE Carney, Rilis data manufaktur AS. Jumat 2 November 2018, Rilis data penjualan ritel Australia, rilis data perdagangan dan pekerjaan AS.

"IHSG di minggu ini kemungkinan masih berpotensi melanjutkan konsolidasinya dengan mencoba menembus down trend resistance line. Perlu dicermati, bahwa selama IHSG belum dapat menembus ke atas down trend resistance line dan resistance konsolidasi terdekat di level 5.869, maka trend IHSG masih akan berkonsolidasi dengan kecenderungan bergerak melemah dalam jangka pendek."
#BursaSaham #Dolar #IHSG #TrumpEffect
BERITA TERKAIT
Wall Street Bisa Lebih Rendah Cerna Isu Brexit
Bursa Eropa Lebih Tinggi di Awal Sesi
IHSG Perkasa di Atas Level Psikologis 6.000
Bursa Asia Bervariasi Respon Isu Terbaru Brexit
Kenapa Saudi Rela Harga Minyak Mentah Turun?
(Rehat Siang) IHSG 41 Poin di Atas Level Psikologis 6.000
Ini Kiat CEO Amazon Jadi Perusahaan Besar

ke atas