EKONOMI

Kamis, 01 November 2018 | 14:15 WIB

Cabai Merah Bikin Panas Inflasi Oktober 2018

Cabai Merah Bikin Panas Inflasi Oktober 2018
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Kecuk Suhariyanto mengatakan, kenaikan harga cabai merah memicu inflasi pada Oktober 2018 sebesar 0,28%.
"Harga cabai merah ini memberikan andil inflasi 0,09 persen di kelompok bahan makanan," kata Kecuk dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (1/11/2018).
Kecuk menambahkan, komoditas lain yang ikut menjadi penyebab terjadinya inflasi adalah bensin jenis Pertamax, Pertamax Turbo maupun Pertalite, tarif sewa rumah, dan beras.
Selain itu, kenaikan harga juga terjadi untuk jeruk, nasi dengan lauk, rokok kretek filter, besi beton, tarif kontrak rumah, semen, upah pembantu rumah tangga, emas perhiasan dan tarif jalan tol.
Sedangkan, komoditas yang menekan inflasi, karena mengalami penurunan harga dan menyumbang deflasi pada Oktober 2018, adalah telur ayam ras, tarif angkutan udara, bawang merah dan daging ayam ras.
Ia menjelaskan kelompok sandang mengalami inflasi tinggi pada Oktober 2018 yaitu mencapai 0,54%, diikuti kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,42%.
"Inflasi paling besar dari kelompok perumahan berasal dari andil tarif sewa rumah yang menyumbang 0,03 persen serta tarif kontrak rumah, semen dan besi beton masing-masing 0,01 persen," katanya.
Kemudian, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau tercatat inflasi 0,27% dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,26%. "Kenaikan bensin nonsubsidi menyumbang andil 0,06 persen, karena tanggal 10 (Oktober) ada kenaikan Pertamax Rp700-Rp900, Pertamax Turbo Rp1

350-Rp1.500, sementara Pertalite ada yang naik dan turun," katanya.

Kelompok bahan makanan ikut mengalami inflasi 0,15%, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,09 persen dan kelompok kesehatan 0,06%. Dengan demikian, tingkat inflasi pada tahun kalender Januari-Oktober 2018 tercatat sebesar 2,22% dan inflasi dari tahun ke tahun (yoy) sebesar 3,16%.
Meski relatif rendah, inflasi Oktober 2018 sebesar 0,28% ini masih lebih tinggi dari periode 2016 sebesar 0,14%, dan pada 2017 sebesar 0,01%. Dari 82 kota Indeks Harga Konsumen, BPS juga mencatat sebanyak 66 kota mengalami inflasi dan 16 kota menyumbang deflasi pada Oktober 2018. Inflasi tinggi terjadi di Palu sebesar 2,27%, dan rendah terjadi di Cilegon 0,01%. Sedangkan deflasi tinggi terjadi di Bengkulu 0,74 persen dan rendah di Tangerang 0,01%. [tar]

#BPS #Inflasi #CabaiMerah
BERITA TERKAIT
Berdagang dengan China, Indonesia Tekor Besar
Perry: Inflasi Februari tak Jauh dari 0,07%
BI Prediksi Inflasi Februari 0,07 Persen
Pendapatan Per Kapita 2018 Sebesar Rp56 Juta
Ekspor Barang Turun, Tapi Impornya Naik
Kuartal IV 2018 Optimisme Pelaku Bisnis Turun
Terbesar Era Jokowi, Pertumbuhan 2018 Gagal Target

ke atas