PASAR MODAL

Kamis, 08 November 2018 | 18:01 WIB
Highlight

Inilah Korban Menyebarnya Dampak Perang Tarif

Wahid Ma'ruf
Pecundang di Asia
1 2 3
Pecundang di Asia "Gangguan di Asia akibat perang perdagangan AS-China tidak dapat dihindari, kata Marro.

"Negara-negara di kawasan itu yang sangat bergantung pada pengiriman ke China seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Singapura yang cenderung merasakan sedikit rasa sakit dalam jangka pendek," tambahnya.

"China adalah tujuan utama untuk barang-barang ICT menengah dan terakhir dari keempat negara, yang berarti bahwa perusahaan-perusahaan di sektor itu akan sangat terkena dampak tarif atas permintaan untuk produk-produk ini," menurut laporan tersebut.

Ini mungkin memiliki konsekuensi jangka panjang karena perusahaan dapat memutuskan untuk beralih ke posisi tidak bergantung pada Cina lagi, Marro menambahkan.

Namun, Taiwan dan Korea Selatan mungkin terdorong dari dampak karena negara-negara ini memiliki posisi aman dalam rantai pasokan karena mereka mengkhususkan diri dalam peralatan presisi tinggi.

AS dan China saat ini terlibat dalam sengketa perdagangan, dengan kedua negara saling menampar tugas tambahan dalam beberapa bulan terakhir. AS telah memberlakukan tarif tambahan pada impor Cina senilai US$250 miliar, dengan Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan pungutan atas semua barang senilai US$500 miliar dari raksasa Asia tersebut. Beijing telah membalas dengan tarif tambahan senilai US$110 miliar impor AS.

Pertemuan antara Trump dan mitranya dari China, Xi Jinping pada KTT G-20 di Argentina bulan ini akan menjadi sangat penting, Penasihat Negara China Wang Yi, mengatakan pada hari Kamis. Namun para analis terbagi tentang apakah penangguhan hukuman dapat diharapkan dari ketegangan yang meningkat antara dua negara adidaya ekonomi dunia.
#BursaSaham #Dolar #IHSG #TrumpEffect
BERITA TERKAIT
IHSG Berakhir Negatif di Sesi I
PTPP Segera Manfaatkan Lahan di Kantor Pusat PGN
IHSG Mampu Naik 0,4% ke 6.522,37 di Awal Sesi
Saatnya Serbu Bursa Negara Berkembang
Bursa Saham Asia Respon Kenaikan Wall Street
Harga Minyak Mentah Berakhir Variatif
Dolar AS Melemah terhadap Mata Uang Global

ke atas