EKONOMI

Jumat, 09 November 2018 | 06:09 WIB

Kurs di Bawah Rp14.500/US$, Rupiah Sudah Aman?

Kurs di Bawah Rp14.500/US$, Rupiah Sudah Aman?
(Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)

INILAHCOM, Jakarta - Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis sore (8/11/2018), melanjutkan apresiasi 142 poin menjadi Rp14.452/US$ dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.594/US$.

"Sentimen dari dalam negeri yang positif mendominasi arah pergerakan kurs rupiah," kata analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta.

Menurut dia, sentimen positif dari domestik yang menjadi perhatian pelaku pasar diantaranya membaiknya cadangan devisa, pembatasan impor, dan mulai diberlakukannya transaksi domestic non-deliverable forward (DNDF).

"DNDF merupakan salah satu instrumen lindung nilai bagi pelaku usaha, instrumen itu juga untuk mendukung upaya meningkatkan stabilitas nilai tukar rupiah," katanya

Di sisi lain, lanjut dia, kenaikan kurs rupiah juga dipengaruhi sentimen hasil pemilu sela kongres Amerika Serikat dimenangkan Partai Demokrat.

Situasi itu membuat sebagain pelaku pasar khawatir karena langkah-langkah stimulus fiskal pemerintah AS dapat terhambat. "Pasar merespon dengan mengurangi permintaan atas aset dolar AS sehingga mendorong pelemahan kurs. Tentunya kondisi itu juga memberikan kesempatan pada rupiah untuk dapat bergerak positif," katanya.

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan langkah Bank Indonesia yang menguatkan bantalan valuta asing melalui bilateral currency swap dengan Monetary Authority of Singapore (MAS) senilai 10 miliar dolar AS turut menjadi penopang rupiah. "Itu juga menambah keyakinan terhadap rupiah," katanya.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Kamis, tercatat mata uang rupiah menguat menjadi Rp14.651 dibanding sebelumnya (7/11/2018) di posisi Rp14.764/US$. [tar]

#Rupiah #Kurs #BankIndonesia
BERITA TERKAIT
Hari Kartini, DG BI Paradigma Perempuan Melompat
(Jelang Pemilu 2019) Utang Luar Negeri Februari Makin Buncit US$4,8 M
Rusak Inflasi April karena Bawang
BI: Triwulan I, Dunia Usaha Lebih Menggeliat
Kementan Tegaskan Pentingnya UU PLP2B bagi Petani
Direlokasi ke KM 70, Tarif GT Cikarang Utama Tetap
16 Juta Pekerja Sawit Terancam UE, Pak Jokowi....

kembali ke atas