HIBURAN

Kamis, 08 November 2018 | 21:10 WIB

Anggy Umbara Angkat Sejarah Jakarta Lewat Film

Aris Danu
Anggy Umbara Angkat Sejarah Jakarta Lewat Film
(Foto: Istimewa)

INILAH.COM, Jakarta-Sutradara Anggy Umbara terlibat produksi film berjudul "Jacatra Secret" dan "Sarcophagus Onrust" yang diadaptasi dari novel berjudul sama yang mengisahkan tentang sejarah Jakarta.

Produksi dua film tersebut merupakan bagian dari kegiatan Adventure Documentary Festival (ADF) 2018 bersama Bank Indonesia (BI) yang bekerjasama dengan Yayasan Pelabuhan Mimpi dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Melalui film diharapkan dapat mengedukasi publik tentang sejarah seni dan jelajah budaya kota Jakarta.

Dwi Mukti Wibowo, Deputi Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia bersama para sutradara film yang terdiri dari Ray Nayoan, Anggy Umbara, Joe Harris dan Samuel Sudarmaji turut memberikan penyuluhan kepada masyarakat yang terdiri dari komunitas, sejarawan, kreator, dan mahasiswa di Gedung Perpustakaan Nasional.

"Bank Indonesia memiliki sejarah penting dalam pergerakan perbankan pembangunan Indonesia. Untuk itu masyarakat khususnya kelas produktif, harus mengenal peranan Bank Indonesia sebagai bank sentral yakni lembaga yang memegang simpanan bank lain dan menggunakannya untuk settlement pembayaran antar bank," kata Dwi dalam keterangannya, Kamis (8/11/2018).

Kegiatan yang didukung Pemprov DKI diharapkan dapat tutur mendukung Kota Jakarta sebagai Kota Heritage yang tak terlupakan. Setelah itu kegiata berlanjut petualangan dokumenter ke Kota Tua Jakarta, Pulau Onrust dan Taman Prasasti.

"Setelah itu peserta melakukan screening film bersama kami para sutradara film untuk mereview hasil film selama mengikuti petualangan dokumenter di Pulau Onrust dan Kota Tua. Petualangan dokumenter diisi dengan penelusuran sejarah Sven Verbeek Wolthuys di Museum Taman Prasasti, paparan Rizki Ridyasmara penulis novel laris berjudul Jacatra Secret yang menyibak simbol arsitektur Kota Jakarta, dan Sarcophagus Onrust karya Astryd Diana Savitri mengenang kisah Maria van de Velde dalam fiksi," papar Anggy.

Sementara itu kegiatan lain, yakni pameran, menampilkan hasil lomba gambar Kring-kring Pos Melody Kebangsaan dari Yayasan Sekar Nusa. Tak kalah penting filateli Indonesia Pos dan Telekomunikasi turut mengisi pameran, selain wujud koleksi benda sejarah, juga sebagai salah satu alat pembayaran dalam bentuk perangko. Lutfi sebagai senior dan pakar filateli memamerkan koleksi-koleksinya.

"Sebagai pengembangan informasi berbasis sejarah Jakarta, pengunjung membeli buku-buku sejarah karya Pater Adolf Heuken, Scott Merrillees yang telah setia mengupas kota Jakarta hingga kini, serta informasi berharga mengenai sarkofagus Belanda yang dipaparkan oleh Dr.Lilie Suratminto arkeolog dari Universitas Indonesia," ujar Ray Nayoan.

Diakui Program Secret File History of Jakarta yang digagas oleh ADFA memiliki makna penting di era milenial kini. Arus digital yang berkembang cepat diharapkan dapat dimanfaatkan secara bijaksana bukan dijadikan ajang hoax atau mengujar kebencian dan berita bohong. Maka melalui kegiatan ini generasi muda (pelajar, mahasiswa, komunitas, masyarakat umum) diajak melakukan kegiatan positif dan seru untuk diikuti terkait penelusuran sejarah Jakarta, dengan membuka file-file berharga yang menarik untuk digali.

Dengan demikian penggunaan gadget maupun perangkat digital dapat lebih bermanfaat, untuk menyiarkan sumber-sumber informasi yang bermakna, apalagi Jakarta masih memiliki segudang sejarah yang perlu diungkap dan sangat penting untuk ditelusuri, serta diketahui fakta keberadaannya. Dengan adanya para kreator, generasi muda dibantu mengolah sumber sejarah menjadi karya kreatif yang fun, sehingga mereka tak akan berhenti mengenal sejarah Jakarta. [adc]

#AdventureDocumentaryFestival #AnggyUmbara
BERITA TERKAIT
(Shei Shi Ge Shou) Eks Personel Boyband, Marcos Tjung Gelar Audisi
Pee Wee Gaskins Isi Soundtrack Boboiboy Hero Kita
Ini Pekerjaan Restu Sinaga Usai Bebas Penjara
Ayu Ting Ting dan Siti Badriah Raih ADI 2018
Ini Videografer Muda Indonesia yang Mendunia
(Usai Menikah) Hobi Traveling Nadine Chandrawinata Berubah
Putri Marino Rehat Syuting Demi Urus Bayinya

ke atas