PASAR MODAL

Jumat, 09 November 2018 | 07:01 WIB

Harga Emas Tertekan Keputusan Baru Fed

Wahid Ma'ruf
Harga Emas Tertekan Keputusan Baru Fed
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, New York - Harga emas mengalami kerugian keempat dalam lima sesi pada hari Kamis (8/11/2018), kemudian berjuang untuk arah dalam perdagangan elektronik dengan dolar AS memperpanjang keuntungan sebelumnya. Investor merespon pembaruan kebijakan terbaru dari Federal Reserve tidak menghasilkan kejutan.

Bank Sentral AS mempertahankan suku bunga tetap, dalam kisaran 2% hingga 2,25% dan mengisyaratkan bahwa hal itu akan tetap berlangsung dan menaikkan suku pada laju bertahap dalam beberapa bulan mendatang.

Dalam perdagangan elektronik, emas Desember GCZ8, -0.37% berada di US$1.224,90 per ons, melonjak antara keuntungan sederhana dan kerugian tak lama setelah pernyataan Fed. Kontrak telah berakhir pada US$1.225,10, turun US$3,60, atau 0,3%, untuk sesi tersebut. Ini naik 0,2% pada Rabu dan diperdagangkan sekitar 0,7% lebih rendah untuk pekan ini.

Desember perak SIZ8, -1,09% turun 14,6 sen, atau 1%, untuk menetap di US$14.423 per ounce, dan telah jatuh sekitar 2,3% untuk minggu hingga saat ini.

"Seperti yang diantisipasi secara universal, the Fed mempertahankan suku bunga hari ini dan tidak ada dalam pernyataan kebijakan untuk menunjukkan bahwa para pejabat goyah dari rencana mereka untuk menaikkan suku bunga lagi pada bulan Desember," kata Michael Pearce, ekonom senior AS di Capital Economics, di sebuah catatan seperti mengutip marketewatch.com.

Indeks Dolar AS Dollar AS, DXY, + 0,50% ukuran mata uang AS terhadap enam mata uang utama, memperpanjang kenaikan sebelumnya untuk diperdagangkan mendekati level tertinggi setelah pernyataan Fed. Indeks itu telah naik sekitar 4,8% tahun hingga saat ini, didorong oleh pengetatan Federal Reserve.

Suku bunga yang lebih tinggi dapat meningkatkan dolar dan permintaan suram untuk komoditas denominasi dolar.

Emas berjangka naik pada hari Rabu, didukung oleh dolar yang lebih lemah dan imbal hasil obligasi yang lebih rendah di tengah pemilihan paruh waktu yang meninggalkan AS dengan Kongres terbagi. Perpecahan kekuasaan di seluruh ruang diharapkan akan mempersulit upaya stimulus pemerintah lebih lanjut, termasuk pemotongan pajak tambahan.

Dalam perdagangan logam lainnya, platinum PLF9, -1,30% untuk pengiriman Januar 2019 turun 1% menjadi US$870,30 per ons. Sementara paladium PAZ8 untuk kontrak Desember, -0,83% turun 0,4% menjadi US$1.116,10 per ounce. HGZ8 tembaga untuk kontrak Desember, -0,87% turun 0,7% pada US$2.736 per pon.

Di antara dana yang diperdagangkan di bursa, SPDR Gold Shares GLD, -0,22% turun 0,2%.

#BursaSaham #Dolar #IHSG #TrumpEffect
BERITA TERKAIT
Wall Street Bisa Lebih Rendah Cerna Isu Brexit
Bursa Eropa Lebih Tinggi di Awal Sesi
IHSG Perkasa di Atas Level Psikologis 6.000
Bursa Asia Bervariasi Respon Isu Terbaru Brexit
Kenapa Saudi Rela Harga Minyak Mentah Turun?
(Rehat Siang) IHSG 41 Poin di Atas Level Psikologis 6.000
Ini Kiat CEO Amazon Jadi Perusahaan Besar

ke atas