PASAR MODAL

Jumat, 09 November 2018 | 08:03 WIB

Kenaikan Harga Minyak Tekan Kinerja Chandra Asri

Kenaikan Harga Minyak Tekan Kinerja Chandra Asri
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mengalami tekanan dengan kenaikan harga minyak mentah karena mayoritas bahan bakunya berasal dari minyak mentah atau crude oil.

"Harga minyak mentah di pasar global yang saat ini sudah menyentuh level US$70 per barel bakal mempengaruhi beban produksi perusahaan. Apalagi 80% biaya produksi industri petrokimia adalah bahan baku," kata Vice President Corporate Relations TPIA, Suhat Miyarso di Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Mayoritas bahan baku petrokimia milik TPIA adalah naphta cracker yang berasal dari crude oil. Akibat beban produksi bertambah, di mana harga minyak dunia yang naik hampir 20% year to date (ytd), hal itu berpotensi menggerus perolehan margin keuntungan TPIA.

"Meskipun dari sisi pendapatan naik, beban produksi ikut naik juga," papar Suhat.

Demi mengamankan margin agar tak terperosok semakin dalam, manajemen TPIA bakal menerapkan beberapa strategi. Salah satunya dengan cara meningkatkan volume produksi.

Perusahaan ini tercatat memiliki kurang lebih sembilan produk petrokimia dengan kapasitas total hingga 3,3 juta ton dan utilitas hampir 90% pada tahun ini.

Bahkan, TPIA juga tengah merampungkan beberapa ekspansi pabrik, seperti pabrik polyethylene baru dengan kapasitas 400.000 ton per tahun, lalu ada pabrik methyl tert-butil ether (MBTE) berkapasitas 127.000 ton per tahun yang diperkirakan rampung pada kuartal III-2020. [tar]

#TPIA #ChandraAsriChemical
BERITA TERKAIT
Inilah Pemicu Kejatuhan Harga Saham CPIN dan JPFA
Bursa Saham Asia Memerah
Harga Emas Berjangka Berakhir Naik
Harga Minyak Mentah Jatuh
Dolar AS Berada di Rekor Tertinggi
Data Kuartalan Paksa Wall Street Memerah
Laba BCA Naik 10,1% jadi Rp6,1 Triliun

kembali ke atas