PASAR MODAL

Jumat, 09 November 2018 | 09:37 WIB
(Penghuni Baru BEI)

Dewata Jadi Emiten Ke-50 di 2018

Mohammad Fadil Djailani
Dewata Jadi Emiten Ke-50 di 2018
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - PT Dewata Freightinternational Tbk secara resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pagi hari ini, Jumat (9/11/2018) dengan menetapkan harga penawaran perdana pada Rp150 per saham.

Dengan melakukan Initial Public Offering (IPO), Dewata berhak mendapatkan kode saham DEAL dari BEI. DEAL sendiri menjadi emiten ke-50 yang listing di pasar modal pada tahun kalender 2018.

Saat perdagangan awal saham DEAL sempat tak bergerak selama hampir 2 menit, setelah itu saham emiten jasa logistik ini naik ke level Rp254 per saham atau naik 104 poin dari harga penawaran awal sebesar Rp150 per saham dan otomatis saham DEAL terkena auto rejection oleh otoritas.

Dalam sesi perdagangan tersebut saham DEAL diperdagangkan dengan volume 10 lot saham dengan frekuensi 1 kali dan menghasilkan nilai Rp254.000.

Informasi saja, perusahaan bidang logistik ini melepas 300 juta saham atau setara 20,79% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Artinya, Dewata akan meraup dana Rp45 miliar dari aksi korporasi ini.

Perusahaan ini akan menggunakan Rp16 miliar dana IPO untuk setoran modal ke anak usahanya, PT Dewata Makmur Bersama dan sisanya untuk modal kerja.

Tak hanya itu DEAL juga berencana untuk memperluas bisnis di bidang Independent Power Producer (IPP) di Lampung dan Tarakan dengan kapasitas masing-masing 15 megawatt. Nilai investasi pembangkit di Tarakan diperkirakan Rp70 miliar dan di Lampung Rp195 miliar.

Selain melepas saham baru, Dewata juga akan melepas waran. Setiap lima saham baru berhak atas satu waran dengan harga pelaksanaan Rp187. [jin]

BERITA TERKAIT
Harga Minyak Akhiri Kejatuhan
(Perusahaan Swasta Pertama) Orori Jadi Reseller Resmi Emas Antam di Indonesia
Dolar dan Data Ekonomi Gerakkan Pasar Emas
Aksi Jual di Dow Paksa Wall Street Memerah
Inilah Pemicu Jatuhnya Harga Minyak Mentah
Startup China Turunkan Target IPO, Ini Alasannya
'Pecah Kongsi' Meikarta dan LPCK Dinilai Positif

ke atas