PASAR MODAL

Jumat, 09 November 2018 | 13:11 WIB

Catatan Bersejarah BEI dalam 1 Tahun

Mohammad Fadil Djailani
Catatan Bersejarah BEI dalam 1 Tahun
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Tahun kalender 2018 belum usai, masih ada sekitar 50 hari lagi sebelum tutup tahun. Namun, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah mencatatkan sejarah selama tahun bershio anjing tanah kali ini.

Salah satu catatan sejarahnya yakni mendatangkan 50 perusahaan untuk menjadi perusahaan go public, teranyar PT Dewata Freightinternational Tbk (DEAL) yang menggenapkan catatan BEI tersebut sampai hari ini Jum'at (9/11/2018).

Direktur Penilaian Perusahaan I Gede Nyoman Yetna Setia mengatakan, jumlah emiten baru tahun ini tertinggi sejak privatisasi Bursa sejak 1992.

"Pagi ini jadi hari yang membanggakan bagiBEI(Bursa Efek Indonesia) dan pasar modal ini dengan perusahaan ke-50 menorehkanachievementbaru melalui pencatatan saham tertinggi sejak privatisasi 1992," kata Nyoman di Gedung BEI.

BEI pun yakin jumlah emiten baru tahun ini masih akan bertambah seiring dengan sisa waktu tahun ini. BEI mencatat masih ada 14 emiten di pipeline baru yang akan mencatatkan sahamnya di tahun ini.

"BEI pun senantiasa berkomitmen untuk mendorong peningkatan jumlah Perusahaan Tercatat dengan berbagai upaya, termasuk berinteraksi dan secara langsung berperan aktif untuk mendatangi kantong-kantong entrepreneur di berbagai daerah di Indonesia," kata Nyoman.

Salah satu komitmen BEI untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai opsi pendanaan bagi perusahaan melalui Pasar Modal, yaitu melalui edukasi Pasar Modal dan go public dalam bentuk workshop go public maupun one-on-one meeting.

Komitmen BEI ini didukung dan dilaksanakan secara bersama-sama dengan Anggota Bursa (AB), kantor konsultan hukum, advisory di bidang Pasar Modal, asosiasi perusahaan dan lembaga/profesi penunjang lainnya.

Informasi saja, di sepanjang tahun 2018 ini BEI telah menyelenggarakan 27 kali workshop go public yaitu 8 kali di Jakarta, 1 kali di Manado, 2 kali di Bali, 2 kali di Surabaya, 1 kali di Semarang, 1 kali di Palembang, 1 kali di Kendari, 1 kali di Lampung, 1 kali di Banjarmasin, 1 kali di Medan, 1 kali di Bandung, 1 kali di Pekalongan, 1 kali di Yogyakarta, 1 kali di Pangkal Pinang, 1 kali di Pekanbaru, 1 kali di Solo, 1 kali di Balikpapan dan 1 kali di Pontianak.

BEI juga telah melakukan one-on-one meeting dengan kurang lebih 350 perusahaan baik swasta, BUMN, BUMD maupun entitas anak perusahaan di sepanjang tahun 2018. Ke depannya, BEI masih memiliki berbagai rencana workshop go public dan one-on-one meeting dengan perusahaan baik di Jakarta maupun di berbagai daerah di Indonesia.

Selain melalui kegiatan-kegiatan tersebut, saat ini BEI memiliki 30 Kantor Perwakilan tersebar di seluruh Indonesia yang aktif memberikan edukasi kepada perusahaan dengan mengunjungi dan berdiskusi langsung mengenai mekanisme dan manfaat go public melalui kantor perwakilan BEI.

"Dengan pendirian Kantor Perwakilan di hampir seluruh provinsi, diharapkan dapat mempermudah akses BEI ke perusahaan di seluruh Indonesia," kata Pria asal Bali ini.

Tak hanya catatan perusahaan tercatat yang memecahkan rekor, sepanjang tahun ini juga BEI telah memfasilitasi 79 emisi obligasi dan sukuk.

Total nilai emisi sebesar Rp97,24 Triliun, Surat Berharga Negara (SBN) dengan total nilai emisi Rp173,78 Triliun, Exchange Traded Fund (ETF) sebanyak 8 (delapan) Kontrak Investasi Kolektif dengan total nilai awal penerbitan sebesar Rp53,9 miliar, dan 3 (tiga) Efek Beragun Aset (EBA) dengan total nilai awal penerbitan sebesar Rp3,62 triliun.

BEI pun berharap akan semakin banyak perusahaan yang dapat menjadi bagian dari Pasar Modal dengan melakukan pencatatan efek di BEI.

"Dengan semakin banyaknya jumlah Perusahaan Tercatat di BEI, diharapkan akan semakin banyak pilihan instrumen investasi bagi investor, mengakselerasi pertumbuhan perusahaan dan mem-boosting pertumbuhan perekonomian Indonesia," kata Nyoman. [jin]

#BEI #Bersejarah
BERITA TERKAIT
IHSG Perkasa di Atas Level Psikologis 6.000
(Rehat Siang) IHSG 41 Poin di Atas Level Psikologis 6.000
Inilah Alasan Racik Ulang Indeks BEI
(Pehitungan Indeks Berdasarkan Saham Beredar) Ketergantungan pada Saham Kakap Bakal Tinggi
Menit Pertama, IHSG Tergerus 26 Poin di 5.751
IHSG Berakhir Nyungsep 1,7% di Posisi 5.777
(Pembobotan Ditambah) BEI Bakal Umumkan Indeks Saham LQ45 Lebih Cepat

ke atas