EKONOMI

Jumat, 09 November 2018 | 14:35 WIB

Rizal: Tim Ekonomi Jokowi Kelasnya Medioker

Rizal: Tim Ekonomi Jokowi Kelasnya Medioker
mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Tak sedang bercanda, mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli menyebut kinerja tim ekonomi Joko Widodo medioker. Alias di bawah rata-rata.

Dalam sebuah wawancara dengan salah satu stasiun televisi nasional, Jakarta, beberapa waktu lalu, Rizal tegas menyebut tim ekonomi di pemerintahan Jokowi, di bawah rata-rata. Banyak sekali permasalahan krusial yang tak mampu diselesaikan.

Misalnya, kata mantan Menko Ekuin era Presiden Gus dur ini, devisa hasil ekspor (DHE) yang masih banyak 'diparkir' di luar negeri. Yang masuk ke sistem perbankan nasional tak lebih dari 20%. "Sisanya yang 80% nyangkut di Singapur, Hong Kong dan negara lain. Itulah kenapa rupiah cenderung labil," paparnya.

Saat masih menjabat menko kemaritiman, Rizal mengaku pernah mengusulkan aturan yang mewajibkan seluruh eksportir untuk memasukkan DHE ke sistem perbankan nasional. Hal ini serupa dengan Thailand. Sayangnya, ide ini kandas karena ditentang banyak kalangan.
"Saat rapat di BI, ada gubernurnya Agus Marto. Ada Pak Darmin dan menkeunya Bambang Brodjo. usulan saya ditolak BI dengan berbagai alasan. Tentunya IMF dan World Bank, serta sejumlah pengusaha tak setuju dengan gagasan saya," ungkapnya.

Masalah krusial lainnya yang disebut Rizal adalah utang luar negeri. Saat ini, pemerintah menambah utang baru sebesar Rp1,4 triliun tiap hari.
Ironisnya, penambahan utang tidak sebanding dengan pertumbuhan ekonomi atau kesejahteraan rakyat. "Utang nambah Rp1,4 triliun per hari. Pertumbuhan ekonomi mandek di angka 5 persen. Ini yang sulit dimaafkan," paparnya.

Masih kata RR, sapaan akarabnya, Indonesia memiliki kekayaan alam terbesar di Asia Tenggara. Namun, pendapatan rakyatnya terendah. Artinya, kekayaan alam yang maha dahsyat itu, tidak dinikmati oleh wong cilik. "Ekonomi Indonesia cukup besar, sekitar 1 triliun dolar AS. Namun dibagi 250 juta jiwa, sekitar 3.800 dolar AS per kapita. jauh di bawah Malaysia, Thailand apalagi Singapura," ungkapnya.

Di sektor pajak, dinilai Rizal, sami mawon. Maksudnya sama-sama mengkhawatirkan. Penerimaan pajak acapkali meleset dari target. "Angka tax rasio kita hanya 10 persen. Kalau bisa 20% bagus. Defisit anggaran tidak akan besar," paparnya.

Menimpakan kesalahan kepada rezim lama? Menurut Rizal, sah-sah saja apabila tim ekonomi Jokowi menyalahkan pemerintahan sebelumnya. Namun, jangka waktunya hanya setahun.

"Saat ini, kekuasaan pemerintah nyaris 4 tahun. Masak masih menyalahkan rezim lama. Kalau sudah tahu akar permasalahannya, benerin dong. Jangan salahkan masa lalu. Atau jangan-jangan memang tidak punya kemampuan," ungkap Rizal.[ipe]

#PresidenJokowi #MenkoDarmin #MenkeuSMI #RizalRamli
BERITA TERKAIT
Paket Ekonomi Jilid XVI Jokowi Merusak UKM
DPR Minta BI Jaga Rupiah Meski Mulai Positif
Investasi Jeblok, Jokowi Dorong Paket Ekonomi XVI
Usai Dipanggil Wapres Kalla, Darmin CS Bungkam
Paket Ekonomi XVI Antara Mudharat dan Manfaat
(Perlu Dana Jumbo) Jokowi Dorong Inovasi Pembiayaan Infrastruktur
Paket Ekonomi Jokowi Lahirkan Kanibalisme UMKM

ke atas