EKONOMI

Jumat, 09 November 2018 | 17:47 WIB

KLHK Dorong Peningkatan Aksi Nyata Forum DAS

KLHK Dorong Peningkatan Aksi Nyata Forum DAS
(Foto: KLHK)

INILAHCOM, Bogor - Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) sebagai bagian dari pembangunan wilayah secara keseluruhan, harus dilakukan secara holistik, multipihak, lintas sektoral dan lintas wilayah, sehingga pengelolaan DAS sebagai satu kesatuan ekosistem dari hulu sampai hilir, dapat terwujud.

Demikian kondisi ideal pengelolaan DAS yang disampaikan Direktur Jenderal Pengendalian DAS dan Hutan Lindung (PDASHL), IB Putera Parthama, saat membuka pertemuan Forum DAS Tingkat Nasional Tahun 2018 di Bogor, Kamis (8/11/2018).

"Kondisi ideal seperti itulah yang saat ini belum sepenuhnya dilaksanakan dalam pengelolaan DAS di wilayah Indonesia," ujarnya. Oleh karena itu, menurut Putera, untuk memperoleh keterpaduan pengelolaan DAS yang optimal, dibutuhkan persepsi dan komitmen yang tinggi dari para pihak, yaitu pemerintah, akademisi, dunia usaha dan masyarakat.

"Pengelolaan DAS merupakan isu strategis dan memiliki urgensi yang tinggi, sementara itu tidak ada satupun lembaga yang memiliki otoritas penuh dalam pengelolaan DAS dari hulu sampai hilir. Karena itulah dibentuk Forum DAS," jelas Putera menegaskan pentingnya keberadaan Forum DAS, dalam mengoptimalkan keterlibatan para pihak.

Sejak 2006, KLHK melalui Direktorat Jenderal PDASHLtelah mendorong pembentukan Forum DAS. Hingga saat ini, sebanyak 115 Forum DAS telah terbentuk di seluruh Indonesia, yaitu 40 Forum DAS yang disahkan melalui SK Gubernur, 61 Forum DAS di tingkat kabupaten/kota, 11 Forum DAS hasil inisiasi LSM dan 3 Forum DAS Lintas Provinsi. Dengan demikian, menurut Putera, peranan Forum DAS tersebut perlu dioptimalkan.

Mendukung kelembagaan Forum DAS, Putera berharap, Balai PDASHL bersama dengan Forum DAS, dapat memetakan dan memformulasikan mekanisme insentif, yang berkaitan dengan karakteristik sumber daya alam (skema hulu-hilir), dan insentif yang berkaitan dengan peraturan baik formal maupun informal, berdasarkan karakteristik daerahnya masing-masing.

"Khususnya dengan banyaknya pimpinan daerah baru, diharapkan Forum DAS dapat mengambil peluang untuk menyampaikan pertimbangan dan saran-saran pengelolaan DAS, di wilayah masing-masing," harap Putera.

Penasehat Senior Menteri LHK Prof Hariadi Kartodihardjo, yang turut hadir sebagai narasumber, menuturkan, selain aspek fisik, pengelolaan DAS harus mengedepankan outcome, melalui peningkatan kapasitas para pihak. "Intinya mengembalikan legal power, bekerja untuk perbaikan nyata di lapangan, bukan sekedar administrasi," terangnya.

Selain itu, Hariadi juga menekankan pentingnya peningkatan komitmen para pihak, dengan membangun rasa saling percaya sebagai dasar kolaborasi. Tidak lupa, pelibatan masyarakat juga diperlukan dalam hal ini.

Sementara Sekretaris Ditjen PDASHL, Yuliarto, menerangkan, peran serta masyarakat dalam pengelolaan DAS telah diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2012 tentang Pengelolaan DAS. "Sejak 2008 KLHK telah menyelenggarakan pertemuan Forum DAS Nasional untuk meningkatkan peran dan fungsi Forum DAS dalam pengelolaan DAS baik di tingkat mikro, meso dan makro," lanjutnya.

Melalui tema "Penguatan Peran Forum DAS dalam Penyelamatan DAS melalui Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi dan Sinergis Multi Pihak , pertemuan ini dihadiri kurang lebih 100 orang peserta dari jajaran Ditjen PDASHL, perwakilan Forum DAS, pakar pengelolaan DAS, perwakilan pemerintah daerah, serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen PDASHL di seluruh Indonesia. [*]

#LHK #KementerianLHK
BERITA TERKAIT
(Infografis) Kenali Sistem Aplikasi Perhutanan Sosial SINavPS
KLHK Tegaskan Komitmen Soal Merkuri di COP 2 Swiss
Perempuan Dukung KLHK Budayakan Wawasan Lingkungan
KLHK Serukan Perlunya Pelestarian Burung Hantu
6 Lokasi Quick Wins Percepatan Reforma Agraria
KLHK: Generasi Pramuka Milenial Peduli Lingkungan
KLHK Perkuat Sarana Prasarana Kendalikan Karhutla

ke atas