NASIONAL

Senin, 19 November 2018 | 16:39 WIB

Wiranto Ajarkan Nilai-Nilai Islam di Keluarga

Ray Muhammad
Wiranto Ajarkan Nilai-Nilai Islam di Keluarga
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menkopolhukam Wiranto mengaku dirinya selalu menerapkan nilai-nilai agama dengan tetap berbakti pada nusa dan bangsa kepada putra-putri serta cucu-cucunya.

Hal ini disampaikan Wiranto, menanggapi pandangan miring terhadap keluarganya yang dianggap menganut ajaran Islam garis keras setelah viralnya foto keluarganya yang mengenakan cadar dan sorban saat pemakaman cucunya alm. Ahmad Daniyal Al Fatih.

"Saya ajarkan, dalami agama untuk bekal di akherat dan memberikan kebaikan bagi sesama, bangsa dan negara. Kamu boleh kenakan baju apa saja, selama kamu merasa nyaman. Akan tetapi yang penting janganlah penampilanmu hanya untuk pamer tentang ke-Islamanmu. Kedalaman agamamu bukan diukur dari pakaianmu atau penampilanmu, tetapi akhlak dan perilakumulah yang lebih utama," ujar Wiranto, Senin (19/11/2018).

Ia pun mengajarkan keluarganya untuk tidak menjual agama demi kepentingan politik serta mencari keuntungan finansial. Dirinya juga meminta dengan sungguh-sungguh kepada anak dan cucunya agar jangan sekali-kali memanfaat jabatan saya untuk kepentingan pribadi.

"Saya bersyukur sampai detik ini kami sekeluarga masih dapat mempertahankan komitmen itu. Saya minta mereka agar tidak mencampuradukkan agama dengan ideologi negara," jelasnya.

Adapun karena prinsip ajaran agama yang kuat di keuarganya, ketiga cucu Wiranto kabarnya saat ini tengah menjadi santri di salah satu pondok pesantren di Malaysia.

Ketiga cucunya itu antara lain Alifia Azzahra, Muhammad Abdillah dan Aisyah Putri. Abdillah diketahui saat ini telah menjadi hafidz yang hapal 30 juz Alquran.

Putranya alm. Zainal Nurizky meninggal dunia sewaktu belajar Alquran di Ponpes Internasional di wilayah Land Asia Afrika Selatan.

Wiranto mengatakan, dengan kesadarannya sendiri Zainal meminta izinnya untuk keluar dari Universitas Gadjah Mada demi belajar agama.

"Itu karena keprihatinan dan kesadarannya melihat perilaku sebagian generasi muda yang tidak lagi memiliki kepribadian yang tepuji. Sayang, baru satu tahun belajar dari masa pendidikan tujuh tahun yang harus dijalaninya, Zainal meninggal disana karena sakit saat membaca ayat-ayat suci," ujar Wiranto. [rok]

#Wiranto
BERITA TERKAIT
Wiranto Minta Pendukung 01 dan 02 Tunggu Hasil KPU
Wiranto: Proses Pemungutan Suara Berjalan Aman
Wiranto Ingatkan Aparat yang Jaga TPS Netral
Wiranto Pimpin Rapat Tahapan Akhir Pemilu
Meski Sakit, Sandi Minta Pendukung Tetap Semangat
(Duga Ada Kecurangan) Demokrat Siap Dampingi Prabowo Adu Data KPU
Demokrat Nilai Wajar Prabowo-Sandi Gelar Syukuran

kembali ke atas