NASIONAL

Rabu, 21 November 2018 | 20:51 WIB
(Soal Keluarga Wiranto)

Sidney Jones Ungkap Jamaah Tabligh Tak Radikal

Sidney Jones Ungkap Jamaah Tabligh Tak Radikal
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Institut Analisis Konflik Kebijakan di Jakarta, Sidney Jones mengatakan, bahwa Jamaah Tabligh adalah gerakan misionaris tanpa kekerasan yang dimulai di Asia Selatan. Menurutnya, Jamaah Tabligh tidak memiliki hubungan dengan radikalisme.

(Jamaah Tabligh) tidak memiliki hubungan dengan terorisme atau ekstremisme keras, tetapi karena anggotanya berpakaian sangat konservatif dan sering berpindah-pindah, itu sering dieksploitasi oleh ekstremis tanpa sepengetahuan pemimpin Jamaah Tabligh, kata Jones seperti diungkap The Straitstimes.com, Rabu (21/11/2018) yang mengutip dari The Jakarta Post.

Sebelumnya publik banyak membicarakan foto Keluarga Besar Menko Polhukam Wiranto saat pemakaman cucunya Achmad Daniyal Al Fatih di usianya 15 bulan. Pada foto itu terlihat putra dan cucu-cucunya yang berpakaian muslim lengkap dengan bercadar dan bersorban.

Gambar keluarga Mr Wiranto ini juga mengingatkan almarhum putranya, Zainal Nurizky, yang meninggal karena sakit pada 2013, ketika belajar Quran di Universitas Islam Darul Uloom Zakariyya di Afrika Selatan. Zainal juga dikenal sebagai anggota aktif Jamaah Tabligh, gerakan Islam transnasional yang berasal dari India, yang berfokus pada dakwah. Saya hanya tertawa dan tidak berkenan menanggapi tudingan mereka," kata menteri menjawab tuduhan bahwa Zainal pengikut Islam radikal.

Sidney Jones yang merupakan pakar dan peneliti terorisme di Asia Tenggara dan penasihat senior dari International Crisis Group (ICG) dan berkantor di Indonesia itu menilai, Jamaah Tabligh dikenal dengan program khuruj-nya. Para jamaahnya akan menghabiskan waktu 40 hari per tahun untuk berdakwah, dan seringkali dilakukan di luar negara mereka sendiri, ungkap peneliti yang memiliki spesialisasi sebagai pengamat jaringan terorisme di Indonesia terutama Jamaah Islamiyah itu.

Tahun lalu sekitar 10 warga negara Indonesia dan anggota Jamaah Tabligh terjebak dalam bentrokan sengit antara pasukan keamanan dan gerilyawan yang terkait dengan Negara Islam di Irak dan kelompok Suriah di Marawi City, Filipina. Jamaah kelompok ini saat itu tengah melakukan khuruj kemudian dievakuasi dengan bantuan pemerintah Filipina. [*]

#Wiranto #JamaahTabligh
BERITA TERKAIT
Wiranto Minta Pendukung 01 dan 02 Tunggu Hasil KPU
Wiranto: Proses Pemungutan Suara Berjalan Aman
Wiranto Ingatkan Aparat yang Jaga TPS Netral
Wiranto Pimpin Rapat Tahapan Akhir Pemilu
Sandi Nilai Pemilu Jujur, PKS Tunggu Keputusan KPU
Titik Rawan Tahapan Akhir Pemilu Berpusat di DKI
Gerah Dituding Curang, KPU Minta Bukti

kembali ke atas