NASIONAL

Minggu, 02 Desember 2018 | 18:33 WIB

Lutung Jawa Dijualbelikan Karena Imut dan Jinak

Lutung Jawa Dijualbelikan Karena Imut dan Jinak
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Malang - Aktivis ProFauna Swasti Prawidya Mukti mengecam praktek jual beli satwa langka, Lutung Jawa. Primata itu dilindungi oleh negara karena masuk dalam kategori satwa langka.

Lutung Jawa sendiri merupakan satwa yang banyak ditemukan di wilayah Jawa Timur. Sebaran Lutung Jawa banyak ditemukan dikawasan timur, seperti Jember, Lumajang, Kawasan Bromo Tengger Semeru hingga Banyuwangi.

"Kebanyakan itu diambil atau dijual dari Jawa Timur terus dijual ke daerah lain. Kebanyakan Lutung Jawa yang dijual, ya dari Jawa Timur," kata Swasti, Minggu, (2/12/2018).

Ia mengungkapkan, alasan anakan Lutung Jawa diperjual belikan karena satwa itu imut dan mudah jinak dengan pemelihara. Namun, apapun alasannya, Lutung Jawa dilarang diperjualbelikan.

"Dengan ciri fisik imut dan lucu, kemudian mudah jinak menjadi alasan utama penghobi satwa memelihara Lutung Jawa. Tapi ini dilarang karena satwa ini masuk kategori dilindungi negara," paparnya.

Dalam proses penangkapan, para pemburu pun dianggap sangat tega. Para pemburu terlebih dahulu menangkap indukan. Sebab, dengan menangkap indukan, anakan Lutung Jawa akan keluar. Setelah keluar, para pemburu menangkapnya.

"Karena setelah induk ditangkap, anakan akan mencari induk. Setelah keluar ditangkaplah anakan Lutung Jawa. Bahkan, ada yang setelah menangkap indukan di bunuh kemudian di makan," ujarnya.

PROFAUNA mengapresiasi langkah, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur yang menggagalkan upaya jual beli Lutung Jawa. Ia berharap, BBKSDA terus mengungkap kasus jual beli satwa dilindungi.

"Sangat kita apresiasi. BBKSDA juga harus terus melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait larangan itu," tandasnya. [beritajatim]

#SatwaDilindungi
BERITA TERKAIT
Ditetapkan Tersangka KPK, Ini Harta Imam Nahrawi
KAI: Kecelakaan di Perlintasan Kereta Meningkat
Ditemukan Bawa Sabu, Oknum PNS Ditangkap Polisi
Korban Miras Oplosan di Malang Bertambah
Jatim Bebaskan Sanksi Administrasi PKB
Kapolri Harap Kepolisian Negara ASEAN Bersinergi
Menpora Tersangka, KPK Akan Jadwalkan Pemeriksaan

kembali ke atas