PASAR MODAL

Senin, 03 Desember 2018 | 03:03 WIB
Highlight

IHSG Bersiap Datangnya Window Dressing

Wahid Ma'ruf
IHSG Bersiap Datangnya Window Dressing
(Foto: Istimewa)
1 2


INILAHCOM, Jakarta - Memasuki bulan Desember, IHSG terlihat mulai pulih dengan bergerak positif dan berpeluang masuk ke fase bullish.

Menurut praktisi pasar modal, Stefanus Mulyadi Handoko, peluang untuk memasuki bullish trend semakin besar, karena selama lebih dari 10 tahun terakhir IHSG selalu mengalami kenaikan di bulan Desember 2018. Bahkan jika di rata-rata dalam 13 tahun terakhir, potensi penguatan IHSG sekitar 3,91%.

Salah satu faktor penyebab IHSG selalu menguat di bulan Desember adalah adanya Santa Claus Rally. Sebab, para fund manager dan dana institusi keuangan serta emiten melakukan pembelian saham-saham beberapa hari sebelum tutup tahun untuk keperluan window dressing.

"Aura bullish di bulan Desember semakin pekat setelah kabar terbaru bahwa AS-China sepakat untuk tidak mengenakan tarif tambahan di sektor perdagangan setelah 1 Januari 2019, guna meredam eskalasi perang dagang yang terjadi selama ini. Kabar ini menambahkan sentimen positif dari penguatan rupiah dan sikap dovish The Fed, serta adanya indikasi investor asing untuk kembali ke emerging," katanya Minggu (2/12/2018).

Walaupun IHSG masih cenderung bergerak uptrend di bulan ini, jelasnya, namun tidak semua saham bergerak naik. Terlihat bahwa kenaikan saham di bursa tidak merata.

Secara teknikal, walaupun IHSG gagal menembus resistance level 6.117, tapi indeks masih berada di fase uptrend dalam jangka pendek. Posisi IHSG terlihat masih relatif lebih bagus dibandingkan dengan penutupan minggu sebelumnya.

IHSG terlihat masih dalam tren positif, dalam upaya menembus resistance level 6.117. Indikator teknikal MACD masih bergerak naik di atas centreline, mengindikasikan bahwa IHSG masih cenderung bergerak naik dalam jangka pendek.

IHSG terlihat masih kondusif dengan berada di fase uptrend dalam jangka pendek, namun kenaikan masih tertahan oleh resistance konsolidasi jangka menengah di level 6.117. Diperkirakan IHSG akan bergerak di rentang kisaran support 5.980 hingga resistance di level 6.117 pada pekan ini. Namun apabila dapat melewati resistance area konsolidasi jangka menengahnya di 6.117, maka terbuka ruang bagi IHSG untuk kembali memasuki fase bullish, dengan target swing menuju kisaran 6.350 dan minor target di area gap 6.220-6.225.

Seperti biasa di awal bulan, investor mencermati data-data ekonomi yang akan dirilis pada pekan ini, seperti data manufaktur dan inflasi bulan November. BI memperkirakan inflasi akan mencapai 0,28% month to month dan secara tahunan di angka 3,14%.

Sementara prediksi ekonom inflasi November 2018 akan stabil di level 0,2%. Data tersebut akan dirilis besok di awal pekan. Sedangkan pada jumat akhir pekan, akan dirilis data cadangan devisa yang berakhir hingga bulan November 2018, dengan perkiraan akan mengalami kenaikan.

Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar pada pekan ini. Senin, 3 Desember 2018 rilis data caixin manufaktur China, Rilis data manufaktur AS. Selasa, 4 Desember 2018 kebijakan suku bunga Australia, Pernyataan Gubernur BOE Carney.

Rabu, 5 Desember 2018 rilis data GDP Australia, Pernyataan Presiden ECB Draghi, Pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell, Rilis data sektor jasa dan data persedian minyak AS. Kamis, 6 Desember 2018 rilis data perdagangan dan penjualan ritel Australia, Meeting OPEC, Rilis data perdagangan AS.
Jumat, 7 Desember 2018 pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell, Rilis data pekerjaan AS.

#BursaSaham #Dolar #IHSG #TrumpEffect
BERITA TERKAIT
Inggris Gagal Raih Dukungan EU Soal Irlandia
Data Ekonomi China Paksa Bursa Asia Memerah
IHSG Berlabuh 8 Poin di Angka Merah 6.170
Wall Street Berpotensi Negatif
Jeda Siang, IHSG 4 Poin di Angka Merah 6.174
Yellen Ingatkan Ancaman Krisis Keuangan
Buka Sesi I, IHSG 1 Poin di Angka Hijau 6.179

ke atas