EKONOMI

Selasa, 04 Desember 2018 | 15:23 WIB

Basuki Miris Tragedi Pekerja Infrastruktur Papua

Basuki Miris Tragedi Pekerja Infrastruktur Papua
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menyesalkan, tragedi berdarah yang terjadi di segmen 5 ruas Papua. Padahal, PUPR tengah bekerja keras untuk penyempurnaan konektivitas di Tanah Papua.

Ruas Wamena-Heberna-Kenyam-Mumugu merupakan segmen 5 dari ruas Papua dengan panjang 278 kilometer, kata Basuki dalam jumpa pers terkait musibah yang menimpa pekerja pembangunan jembatan Papua di Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Menurutnya, jalan sudah tembus pada tahun ini. Namun, masih belum sempurna karena masih ada pengerjaan 35 jembatan. PT Istaka Karya mengerjakan 14 jembatan, dan 11 jembatan di antaranya dalam pengerjaan. Sedangkan, PT Brantas Abipraya Persero mengerjakan 21 jembatan, lima di antaranya dalam tahap pengerjaan, sambung Basuki Hadimuljono.

Kejadian yang diberitakan tadi pagi, kata Basuki, terjadi di ruas jembatan. Kami tengah mengirimkan pasukan mengenai kejadian dan korbannya. Jadi, kami sampaikan benar terjadi di Wamena di ruas Papua, segmen 5, tegasnya.

Menurut Basuki, tidak ada penolakan dari dari masyarakat terkait pembangunan Trans Papua. Kendati mengalami gangguan keamanan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Panglima Kodam di Papua.

Saya menunggu informasi dari Panglima Kodam. Saya akan turun. Saat ini kami belum bisa memastikan jumlah korban berjumlah 24 atau 31 orang karena sedang dicek dan belum dikonfirmasi, kata Basuki.

Ia menegaskan, perisitiwa ini tidak menyurutkan semangat untuk jalan terus. "Pembangunan tetap jalan terus untuk memenuhi rasa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Basuki.

Sekdar mengingatkan, sebanyak 31 pekerja PT Istaka Karya diduga dibunuh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Mereka tengah menggarap jembatan di Sungai Yigi dan Sungai Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga pada Minggu (2/12/2018).

Menurut Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Mustafa Kamal mengatakan, Senin (3/12/2018), pada hari pertama sebanyak 24 pekerja dibunuh. Sementara 8 orang lainnya melarikan diri ke rumah seorang anggota DPRD.

Selanjutnya delapan orang itu dijemput paksa KKB, dan berakhir tragis. Tujuh orang dibunuh dan satu orang belum diketahui nasibnya. [tar]

#PUPR #Infrastruktur #MenteriBasuki #PemprovPapua
BERITA TERKAIT
Bappenas: Nasib Papua Bergantung Infrastrukturnya
Basuki Yakinkan Milenial Pentingnya Infrastruktur
Rini Lepas 'Duta' Infrastruktur ke Sejumlah Negera
(Program Sejuta Rumah) Menteri PUPR Harap REI Perbanyak Hunian Berkualtas
Tragedi di Papua, Pertamina Setop Kirim BBM
Tragedi Infrastruktur Papua, DPR Apresiasi Jokowi
Tragedi Pekerja Infrastruktur Papua dan Investasi

ke atas