DUNIA

Rabu, 05 Desember 2018 | 11:03 WIB

Setelah Rusuh, Prancis Tunda Kenaikan Pajak BBM

Setelah Rusuh, Prancis Tunda Kenaikan Pajak BBM
Perdana Menteri Perancis, Edouard Philippe (Foto: The New York Times)

INILAHCOM, Paris--Pemerintah Prancis memutuskan untuk menangguhkan kenaikan pajak BBM dan biaya listrik, gas dan air. Tapi, para pemrotes bertekad untuk terus berjuang pasca huru-huru-hara besar-besaran di Paris akhir pekan lalu. Demikian VOA, Rabu (5/12/2018).

Dalam sebuah perubahan besar bagi pemerintah Prancis, Perdana Menteri Edouard Philippe mengumumkan dalam pidato siaran televisi secara langsung, bahwa kenaikan pajak yang rencananya diterapkan pada bulan Januari akan ditunda sampai musim panas.

Perubahan yang dilakukan oleh pemerintahan Presiden Emmanuel Macron itu tampaknya dirancang untuk menenangkan rakyat, tiga hari setelah kerusuhan terburuk di ruas-ruas jalan-jalan kota Paris dalam beberapa dasawarsa.

"Tidak ada pajak apapun yang bernilai dengan menempatkan kesatuan bangsa dalam bahaya," kata Philippe, hanya tiga minggu setelah ia bersikeras bahwa pemerintah tidak akan mengubah arah dalam tekadnya untuk mengurangi ketergantungan konsumen Prancis pada BBM fosil yang menyebabkan polusi.

Namun demonstrasi terus berlanjut di seluruh pelosok negara itu pada hari Selasa. Banyak lagi aksi protes diduga akan dilakukan lebih banyak lagi pada akhir pekan ini di Paris. [voa/lat]

#prancis #kerusuhan
BERITA TERKAIT
Mantan Presiden Gbagbo Tetap Ditahan
Trump Berbohong, Dia Makin Terpojok
Perselisihan Trump dengan Ketua DPR Semakin Tajam
Dua WNI Bebas dari Hukuman Mati di Malaysia
Maher Younis Selesaikan 36 Tahun Penjara Israel
(Bikin Onar) Keluarga Turis Inggris Diusir dari Selandia Baru
Vietnam Bersiap Menyambut Kim Jong-un

ke atas