PASAR MODAL

Rabu, 05 Desember 2018 | 13:40 WIB
Highlight

Dolar AS Kurangi Kerugian di Pasar Eropa

Wahid Ma'ruf
Dolar AS Kurangi Kerugian di Pasar Eropa
(Foto: Inilahcom)
1


INLAHCOM, London - Dolar memangkas beberapa kerugian baru-baru ini tetapi tetap di bawah tekanan pada hari Rabu (5/12/2018) di perdagangan Eropa. Gerakan dolar AS ini, sebagai inversi di bagian kurva imbal hasil Treasury menimbulkan kekhawatiran tentang potensi perlambatan AS.

Dolar Australia merosot lebih dari setengah persen terhadap greenback karena data ekonomi yang mengecewakan pasar. Prospeknya akan semakin meredupkan peluang kenaikan suku bunga. Aussie bergerak tajam dari posisi tertinggi empat bulan $ 0,7394 pada awal pekan.

Investor gugup terhadap inversi kurva imbal hasil antara catatan Treasury AS tiga tahun dan lima tahun serta antara nota dua tahun dan lima tahun yang membatasi perolehan dolar.

Ini adalah bagian pertama dari kurva imbal hasil Treasury yang dibalikkan sejak krisis keuangan, tidak termasuk utang yang sangat singkat.

"Pada fase awal inversi kurva imbal hasil pasar khawatir tentang apakah akan ada resesi," kata Masafumi Yamamoto, kepala strategi mata uang di Mizuho Securities seperti mengutip cnbc.com.

"Mereka bereaksi lebih agresif terhadap data lemah daripada data yang kuat," kata Yamamoto. "Saya pikir dolar bisa dalam mode koreksi dalam lingkungan inversi kurva-yield."

Terhadap sekeranjang enam rival utama, dolar naik tipis 0,1 persen menjadi 97,092, memangkas kerugian minggu ini menjadi 0,2 persen. Itu 0,6 persen dari puncak 17-bulan 97,693 yang disentuh pada 12 November.

Kenaikan suku bunga telah mengirimkan imbal hasil jangka pendek yang lebih tinggi. Bahkan karena ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang melambat telah membuat hasil jangka panjang turun.

Dolar telah berada di bawah tekanan sejak Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan Rabu lalu, bahwa suku bunga AS mendekati level netral. Pasar menafsirkan sebagai sinyal perlambatan laju kenaikan suku bunga.

Ayako Sera, ahli strategi pasar di Sumitomo Mitsui Trust Bank, mengatakan ada bukti bahwa inversi antara obligasi Treasury tiga bulan dan Treasury 10-tahun mendahului resesi.

Penyebaran antara Treasury tiga bulan dan Treasury note 10 tahun adalah 50 basis poin pada hari Selasa, terkecil sejak Oktober 2007.

"Federal Reserve mungkin memperlambat laju kenaikan suku bunga, tetapi itu tidak akan menurunkan suku bunga, jadi kemungkinan akan ada pembalikan dari ini rendah," kata Sera.

Euro melemah 0,1 persen menjadi $ 1,1328 setelah juga tergelincir 0,1 persen selama sesi sebelumnya.

#BursaSaham #Dolar #IHSG #TrumpEffect
BERITA TERKAIT
China Pangkas Tarif Otomotif AS
Inggris Gagal Raih Dukungan EU Soal Irlandia
Data Ekonomi China Paksa Bursa Asia Memerah
IHSG Berlabuh 8 Poin di Angka Merah 6.170
Wall Street Berpotensi Negatif
Jeda Siang, IHSG 4 Poin di Angka Merah 6.174
Yellen Ingatkan Ancaman Krisis Keuangan

ke atas