PASAR MODAL

Rabu, 05 Desember 2018 | 15:49 WIB

Genjot Pasar Modal Syariah, Jangan Berpikir Yield

Mohammad Fadil Djailani
Genjot Pasar Modal Syariah, Jangan Berpikir Yield
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai perlunya keberpihakan investor dan pelaku pasar modal dalam menumbuhkan pasar modal syariah. Tanpa keberpihakan, pasar modal syariah tetap marjinal.

Hal itu disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen di Jakarta, Rabu (5/12/2018).

"Kita harus lebih banyak lagi mengambil sikap keberpihakan kepada produk pasar modal syariah, sebab ini agak berbeda dengan pasar modal konvensional," kata dia.

Ia melanjutkan, bahwa pasar modal syariah lebih berdasarkan prinsip-prinsip syariah dan tidak semata-mata melihat imbal hasil atau keuntungan.

"Di sinilah bentuk keberpihakan para pelaku. Jika investor tidak hanya memikirkan imbal hasil, maka mestinya pasar modal syariah akan berkembang dan makin besar," kata dia.

Dari sisi regulator, lanjut dia, akan terus memberi payung hukum terhadap produk-produk syaraih yang dapat diluncurkan oleh entitas bisnis.

"Misalnya, tahun depan kami akan luncurkan peraturan KIK EBA Syariah, Sukuk Wakaf yang potensinya mencapai 430 ribu hektar dan lainnya," kata dia.

Untuk diketahui, pada tanggal 23 November 2018, OJK telah menerbitkan Daftar Efek Syariah yang berisi 407 saham dan berlaku efektif pada tanggal 1 Desember 2018. Jumlah tersebut meningkat 6,5% dibandingkan akhir tahun 2017 yang berjumlah 382 saham.

Sedangkan untuk konstituen Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) adalah sebesar 391 saham. Jumlah tersebut meningkat 7,1% secara Year to Date (YTD). Dari segi kapitalisasi pasar, terjadi penurunan sebesar 3,7% menjadi Rp3.567 triliun pada akhir November 20118.

Untuk sukuk, hingga saat ini, terdapat peningkatan jumlah sukuk outstanding sebesar 36,7% (YTD) dan nilai sukuk outstanding meningkat 45,2%.

Saat ini, terdapat 108 sukuk korporasi outstanding dengan nilai Rp22,8 triliun. Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan outstanding pada tahun 2017 dengan jumlah 79 sukuk dengan nilai Rp15,7 triliun.

Peningkatan juga terjadi pada instrumen reksa dana syariah. Jumlah reksa dana syariah meningkat 21,4% YTD dan Nilai Aktiva Bersih reksa dana syariah meningkat 19,8%.

Saat ini, terdapat 221 reksa dana syariah dengan nilai aktiva bersih sebesar Rp33,9 triliun. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2017 dengan jumlah 182 reksa dana syariah dan nilai aktiva bersih Rp28,3 triliun. [jin]

#PasarModal #Syariah #OJK #WimbohSantoso
BERITA TERKAIT
Rajawali Berburu Investor di Pasar Modal
OJK Pelajari SRTG Kuasai 50% Lebih Saham MPMX
(Catatan Sepekan IHSG) Awal Desember, Asing Jual Bersih Rp765 Miliar
OJK dan BEI Nyatakan Telkom Jadi Emiten Terbaik
Ricard Branson: Kesalahan Adalah Sebuah Proses
Kuwait Bisa Satukan Kekuatan Ekonomi Negara Teluk
Wall Street Tunggu Kebijakan Fed Pekan Depan

ke atas