EKONOMI

Kamis, 06 Desember 2018 | 17:39 WIB

KLHK Translokasikan 11 Ekor Buaya Muara

KLHK Translokasikan 11 Ekor Buaya Muara
(Foto: klhk)

INILAHCOM, Jakarta - Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian LHK bekerjasama dengan Jakarta Animal Aid Network (JAAN) melaksanakan translokasi 11 ekor Buaya Muara (Crocodylus porosus) dari Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tegal Alur ke PPS Cikananga.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta, Ahmad Munawir menyatakan, translokasi tersebut mempertimbangkan prinsip kesejahteraan satwa (animal welfare). Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999, status Buaya Muara tergolong ke dalam satwa liar yang dilindungi. Selama ini PPS Tegal Alur merawat satwa liar untuk mengurangi risiko kematian dan mengedepankan kesejahteraan. Setelah melalui pemeriksaan fisik dan mental satwa, serta koordinasi dan kesiapan berbagai pihak, 11 ekor Buaya Muara tersebut akan kami translokasikan ke PPS Cikananga, Jawa Barat, kata Ahmad Munawir.

PPS Tegal Alur adalah tempat transit sementara satwa liar yang dikelola oleh BKSDA Jakarta. Satwa-satwa tersebut berasal dari hasil sitaan, temuan, atau penyerahan dari masyarakat yang dirawat sementara sebelum adanya penetapan penyaluran satwa oleh Dirjen KSDAE untuk pelepasliaran maupun translokasi ke Lembaga Konservasi/Penangkaran. Saat ini tercatat 202 ekor satwa menempati PPS Tegal Alur baik yang dilindungi maupun tidak dilindungi.

Sebelas ekor Buaya Muara yang akan ditranslokasikan ke PPS Cikananga berasal dari hasil penyerahan masyarakat dari 2017 sampai 2018. Penyerahan berasal dari Ciputat (Tangerang Selatan), Jatimulya (Bekasi Selatan), Meruya (Jakarta Barat), Jakarta, Tangerang, Koja (Jakarta Utara), Jatisampurna (Bekasi), Jatiasih (Bekasi), Ciledug (Tangerang Selatan) dan BSD (Tangerang Selatan).

Berdasarkan hasil pemeriksaan pada 13 November 2018, sebelas ekor Buaya Muara tersebut berada dalam kondisi fisik dan mental yang sehat. Buaya tersebut memiliki panjang 2-3 meter dengan bobot sekitar 50 kg. Translokasi akan dilaksanakan pada malam hari mempertimbangkan jarak tempuh dan suhu udara yang relatif lebih dingin demi keselamatan satwa.

Menurut Ahmad Munawir, rencana translokasi Buaya Muara telah dipersiapkan dengan baik sesuai ketentuan perundang-undangan. Prosedur translokasi tersebut termasuk kesediaan pihak BBKSDA Jawa Barat dan PPS Cikananga untuk menerima dan merawat satwa, persetujuan Direktur Jenderal KSDAE, penerbitan Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Dalam Negeri (SATS-DN), dan hasil pemeriksaan kesehatan.

Berdasarkan kesiapan seluruh pihak, translokasi Buaya Muara sebanyak 11 ekor dilaksanakan pada Kamis, 6 Desember 2018 pukul 19.00 WIB menggunakan minibus dari PPS Tegal Alur, Jakarta Barat ke PPS Cikananga, Sukabumi, Jawa Barat, ucap Ahmad Munawir. [*]

#LHK #KementerianLHK
BERITA TERKAIT
Pembiayaan NDC, Masa Depan RI Berkelanjutan
Bali Declaration Raih Apresiasi Global pada COP 24
Dua Anak Harimau Sumatera Kembali Lahir
Kerja Sama Iklim RI-Norwegia Segera Menuai Hasil
KLHK: Tingkatkan Peran Nyata Perempuan dalam LHK
BKSDA Jateng Terus Bina Desa Penyangga Konservasi
KLHK Raih Penghargaan Bhumandala Kanaka

ke atas