PASAR MODAL

Kamis, 06 Desember 2018 | 18:30 WIB

Rumah MBR Butuh Dukungan Perbankan, BBTN Oke

Rumah MBR Butuh Dukungan Perbankan, BBTN Oke
(Foto: inilahcom/Dok)

INILAHCOM, Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk siap menjadi integrator dalam menggerakkan sektor riil, melalui pembiayaan perumahan di Indonesia.

Selain itu, bank pelat merah berkode emiten BBTN ini, siap mengambil peran dalam penyediaan rumah terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Direktur Utama BTN, Maryono mengatakan, sejak 1976 perseroan sudah menggelontorkan pembiayaan sektor perumahan. Sebanyak 4,2 juta rumah mendapat dukungan pembiayaan dari BBTN.

"Kami telah menjadi market leader untuk bisnis pembiayaan perumahan (KPR). Bahkan untuk KPR Bersubsidi kita mencapai 94 persen," kata Maryono di sela Global Business Summit yang diselenggarakan Asosiasi Real Estate Sedunia (FIABCI) di Nusa Dua, Bali, Kamis (6/12/2018).

Kata Maryono, tahun ini, BBTN memiliki target pembiayaan perumahan sebanyak 750 ribu unit. Sejauh ini, perseroan optimis mampu meraihnya. Tahun depan, target ditingkatkan lagi menjadi 850 ribu unit rumah.

"Kebutuhan akan perumahan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan kelas menengah. Dan untuk itu peran para pengembang terus dibutuhkan," terangnya.

Pemerintah, tambah Maryono, saat ini memiliki Program Satu Juta Rumah, guna memenuhi kebutuhan perumahan masyarakat yang terus bertumbuh.

BTN sebagai salah satu pendukung dari keseluruhan ekosistem industri perumahan membantu dari sisi pembiayaan, para pengembang membantu dari sisi penyediaan pasokan. Dan pemerintah pusat membantu dari sisi kebijakan dan pengalokasian subsidi bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah (MBR).

"Penyediaan perumahan tidak hanya urusan bank sebagai penyedia pembiayaan atau pengembang sebagai supplier. Tapi itu juga butuh peran pemerintah pusat dan daerah untuk menyediakan iklim usaha yang kondusif dengan perijinan yang ramah," urainya.

Selain dalam upaya terus meningkatkan penyaluran KPR, Bank BTN terus mengembangkan potensi pasar yang ada dengan bergerak ke area digital. Bahkan untuk melayani segmen milenial, perseroan juga telah meluncurkan KPR milenial.

"Keterjangkauan BTN melalui outlet laku pandai, digital banking serta kerjasama dengan stakeholder tentunya akan memperkuat sumber pembiayaan," ujarnya.

Berdasarkan data penyaluran KPR yang dilakukan BTN untuk MBR dalam program satu juta rumah mulai tahun 2015 terus mengalami peningkatan. Jika ditotal sejak 2015 hingga akhir September 2018, BTN telah menyalurkan KPR sebanyak 2.311.421 unit senilai Rp242,918 triliun.

Jumlah tersebut terdiri dari KPR subsidi sebanyak 1.571.740 unit senilai Rp106,523 triliun dan KPR non-subsidi mencapai 739.681 unit senilai Rp136,395 triliun.

Pencapaian Program Sejuta Rumah BTN dari tahun ke tahun, terus meningkat. Pada 2015, KPR disalurkan perseroan mencapai 474.099 unit, senilai Rp52,452 triliun. Pada 2016, penyaluran KPR naik signifikan menjadi 595.566 unit, senilai Rp63,995 triliun. Kemudian angkanya kembali naik pada 2017 sebanyak 667.312 unit senilai Rp71,538 triliun.

Sementara, Senior Housing Specialis World Bank, Dao Harison, mengungkapkan, era digital melahirkan sejumlah inovasi teknologi yang membantu menciptakan pasar baru (disruptive innovation). Ini sangat membantu pemerintah Indonesia dalam mengembangkan rumah terjangkau. "Saya melihat dari sisi pengembangan pembiayaan, tujuan ini agar masyarakat mendapatkan rumah layak terjangkau artinya sesuai standar dan Indonesia berada di cincin api, maka diperlukan keamanan," ujarnya. [tar]

#BBTN #Perumahan #KPR
BERITA TERKAIT
BBTN Raih Penghargaan Best Overall dari IICD
(HUT KPR Ke-42) BBTN Gelar Akad Kredit Massal Se-Indonesia
Penyaluran KPR Bank Mandiri Tembus Rp42 Triliun
Tahun Politik 2019, BBTN Siap Tancap Gas KPR
PT Indika Energy Segera Bayar Dividen Rp54,4/Saham
(Di Penghujung 2018) Pelanggan IndiHome Tembus 5 Juta
Wall Street Berpotensi Bangkit

ke atas