EKONOMI

Jumat, 07 Desember 2018 | 05:21 WIB

Optimasi Lahan Rawa Dinilai Cerdas dan Strategis

Indra Hendriana
Optimasi Lahan Rawa Dinilai Cerdas dan Strategis
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Direktorat Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian menargetkan memperbaiki kondisi lahan di sepanjang area Daerah Aliran Sungai (DAS) seperti Cidanau, Ciujung dan Cidurian.

Direktur Perluasan dan Perlindungan Lahan PSP Kementan, Indah Megawati mengatakan, tujuan perbaikan ini ialah untuk mengendalikan erosi dan melalui pengelolaan lahan yang lebih baik dari segi teknik konservasi air serta meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

Kementan lewat Ditjen PSP sekarang ini tengah menanti kesiapan seluruh jajaran pemerintahan kabupaten, kota dan provinsi membangun daerahnya masing-masing. Keempat wilayah yang akan masuk dalam program bantuan ini tersebar di Merauke, Sumatera Selatan, Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan.

"Ini program dari Kementan tapi bantuan dari luar negeri. Bantuan tersebut supporting dari daerah baru nanti ada penggantian. Jadi biasanya pinjaman dari luar negeri langsung diberikan tapi kali ini Pak Menteri ingin melihat semangat daerah itu dulu untuk membangn daerahnya terutama yang berada di area aliran DAS yang biasanya erosinya tinggi," kata Indah dalam keterangan resmi, Kamis (6/12/2018).

Kemudian, program lain dari Ditjen PSP Kementan adalah optimasi lahan rawa. Tercatat 750 hektar hamparan padi siap panen meramaikan acara Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38 pada tanggal 18-21 Oktober 2018 lalu. Diperkirakan 4000 hektar lahan rawa akan selesai dioptimalisasi hingga 20 Desember 2018 mendatang.

Oleh karena itu, rencananya Kementan akan mengembangkan 500 ribu hektar lahan rawa yang tersebar di sejumlah provinsi di Indonesia. "Jadi kita ingin naikkan indeks pertanaman dari 1 kali menjadi 2 kali," ujar Indah.

Dia mengamini dalam perjalanannya ada sejumlah hambatan yang dialami, di antaranya menetralkan tingkat keasaman lahan rawa yang tinggi dan memilih komoditas tanaman yang cocok ditanami diarea semacam ini.

Sementara terkait Jejangkit, lanjut Indah, saat ini pihaknya terus mengejar penyelesaian program tersebut. Pengawasan ketat dari pusat daerah dilakukan untuk mengawal keberhasilan program itu.

"Pengawasan ketat karena rawa ini kalau ditinggal 1 minggu saja rumputnya langsung setinggi manusia dewasa," kata dia.

Indah juga menjelaskan bila pelaksanaan megaproyek optimasi 500 ribu hektar yang dicanangkan oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat ini dalam proses penyusunan SID (survey investigasi design). Bahkan dia optimis program ini bakal tercapai.

"Kita optimis jalankan program Pak Menteri. Itu megaproyek yang bagus karena kita tahu potensi rawa kita ratusan ribu hektar dan nggak dimanfaatkan dan kita dukung. Kita tengah mencari lokasi dan membuat SID-nya," katanya.

Untuk mendukung pengembangan lahan rawa, Kementan meluncurkan program Selamatkan Rawa, Sejahterakan Petani (Serasi) untuk mendukung kelembagaan petani lahan rawa. Penguatan kelembagaan petani dilakukan dengan mengkorporasikan koperasi.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam sambutannya saat launching program Serasi, minggu lalu (21/11), menyampaikan ratusan ribuan hektar rawa yang tersebar di enam provinsi akan dimanfaatkan sebagai lahan pertanian produktif.

"Generasi kita ke depan, tidak usah ragu, kita sudah menemukan solusi baru untuk pangan Indonesia. Pemanfaatan lahan rawa dilakukan secara berkelanjutan untuk menghasilkan komoditas pangan strategis terutama beras. Kementan telah menyusun berbagai regulasi pendukung agar lahan rawa tetap sebagai lahan pertanian produktif," ungkap Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.

Langkah Kementan memanfaatkan lahan rawa mendapatkan dukungan dari sejumlah pihak. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebutkan optimalisasi rawa sebagai kebijakan yang cerdas dan strategis. [jin]

#Kementan #LahanRawa #Serasi
BERITA TERKAIT
Basmati Siap Rilis, Kementan: Beras RI Bisa Ekspor
Aksi Lempar Cabai Petani Demak, Tanda Bulog Gagal?
Era Jokowi Gagal Swasembada Kedelai, Berdalih Ini
Amran Bagikan Sejuta Bibit Kopi di DAS Citarum
Beda Data Beras, Gaduh Petisi Ragunan Berakhir
Kebijakan Impor Pangan Serampangan, Siapa Bermain?
Impor Jagung 30.000 Ton, Menunggu Restu Rini

ke atas