NASIONAL

Selasa, 11 Desember 2018 | 19:11 WIB

KPK Buat Monumen Jam Waktu Penuntasan Kasus Novel

Ivan Setyadhi
KPK Buat Monumen Jam Waktu Penuntasan Kasus Novel
Novel Baswedan (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memasang 'monumen jam waktu' penuntasan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Novel Baswedan.

Jam waktu dipasang di pelataran Gedung KPK, untuk mengingatkan pemerintahan Presiden Joko Widodo agar serius menyelesaikan kasus teror terhadap penyidik senior KPK tersebut.

"Sampai sekarang serangan itu belum diungkap sama sekali, saya katakan belum diungkap karena langkah-langkah yang seharusnya sebagai langkah-langkah yang ideal dalam rangka pengungkapan suatu perkara itu tidak dilakukan dengan optimal," kata Novel di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (11/12/2018).

Pembiaran teror terhadap penegak hukum, khususnya penyidik bakal berdampak buruk pada penanganan sebuah perkara. Keberanian penyidik dalam menuntaskan perkara korupsi, kata dia, akan turun bahkan hilang.

"Tentunya sangat memalukan, sangat memilukan ketika ada aparatur negara diserang dan kemudian itu dibiarkan," ujarnya.

Tak hanya itu, dipastikan Novel, pembiaran juga akan membuat para penyerang lebih berani meneror para penegak hukum. Apalagi, teror bukan saja terjadi pada Novel tapi pada pegawai KPK yang lain.

"Dan semuanya tidak ada yang dijelaskan, tidak ada yang diungkap, tidak ada yang dibicarakan dalam hal-hal yang seharusnya terjadi dalam suatu perbuatan-perbuatan teror," keluhnya.

Novel menilai penanganan kasus penyiraman air keras terhadap dirinya sangat buruk. Dia khawatir tidak terungkapnya pelaku teror akan membuat para koruptor semakin berani, dan semangat pemberantasan korupsi di tanah air turun.

"Semoga semua itu tidak terjadi, oleh karena itu saya kembali lagi mendoakan semoga bapak presiden punya keberanian," pungkasnya. [ton]

#NovelBaswedan #PenyiramanAirKeras
BERITA TERKAIT
700 Hari Usai Penyerangan, Begini Kondisi Novel
Sudah 700 Hari, Kasus Serangan Novel Masih Gelap
Banjir Bandang Sentani, 79 Korban Masih Hilang
PPP Tegaskan Suharso Plt Ketum Tak Langgar Aturan
Efek Domino Pengusaha dan Nahdliyin Dukung Prabowo
BNPB: Korban Tewas Banjir Sentani 104 Orang
PPP Anggap Perbedaan Internal Dinamika Biasa

ke atas