PASAR MODAL

Senin, 17 Desember 2018 | 05:23 WIB
Highlight

IHSG Masih akan Hadapi Tekanan

Wahid Ma'ruf
IHSG Masih akan Hadapi Tekanan
(Foto: inilahcom)
1 2


INLAHCOM, Jakarta - Pelemahan IHSG di akhir pekan kemarin, diperkirakan akan kembali berlanjut pada awal pekan ini.

Menurut praktisi pasar modal, Stefanus Mulyadi Handoko, penurunan tajam yang dialami oleh bursa saham Wall Street pada akhir pekan kemarin, akan memberi efek psikologis negatif bagi IHSG pada saat opening market Senin (17/12/2018). "Diperkirakan IHSG awal pekan ini akan kembali bergerak turun menguji area gap bawah dikisaran 6.118-6.139 sebagai level supportnya. Sedangkan untuk resistance IHSG besok (Senin) diperkirakan akan berada dilevel 6.186," katanya Minggu (16/12/2018).

Pergerakan IHSG juga akan dipengaruhi oleh riis data neraca perdagangan Indonesia bulan November yang diperkirakan masih akan mengalami defisit sekitar US$790-830 juta menurut konsensus. Selain itu perhatian pelaku pasar pekan ini juga masih tertuju pada Rapat Dewan Gubernur BI pada hari kamis yang diperkirakan akan menahan suku bunga acuannya.

Sementara dari luar negeri, perhatian pelaku pasar dunia akan tertuju pada keputusan suku bunga Fed pada FOMC tanggal 18-19 Desember 2018. Berikut data dan agenda ekonomi dunia penting yang akan menjadi perhatian para pelaku pasar pada pekan ini, Selasa 18 Desember 2018, Pertemuan Bank Sentral Australia.

Rabu 19 Desember 2018, Rilis data perdagangan Jepang, Rilis data inflasi Inggris, Kebijakan Suku bunga The Fed, proyeksi ekonomi AS dan konferensi pers oleh The Fed. Kamis 20 Desember 2018, Rilis data pekerjaan dan tingkat pengangguran Australia, Kebijakan suku bunga Jepang, Rilis data ritel Inggris dan kebijakan moneter bank sentral Inggris.

Jumat 21 Desember 2018, Rilis data inflasi Jepang, rilis data current account Inggris, Rilis data durable goods orders dan GDP AS.

The Fed diprediksi akan menaikkan suku bunga pada meeting tengah pekan ini menjadi 2,5%. Sementara itu selang sehari dari meeting The Fed, BI diprediksi akan mempertahankan suku bunga acuannya di angka 6%.

Walaupun IHSG masih berada di fase uptrend. Tetapi kemungkinan pekan ini IHSG akan bergerak berkonsolidasi cenderung melemah, terutama di awal hingga pertengahan pekan.

Untuk pekan ini, IHSG diperkirakan akan bergerak dilevel support 6.065 dan resistance berada di area gap 6.220-6.225. Apabila kenaikan berlanjut dan mampu melewati gap 6.225, maka terbuka peluang bagi IHSG untuk terus bergerak menguat menuju target di level 6.360.

Investor kemungkinan masih akan menunggu rilis data neraca perdagangan dan keputusan suku bunga The Fed pada minggu ini. Selain itu situasi bursa saham global yang masih kurang kondusif, akan mendukung terjadinya aksi profit taking apabila rilis data neraca perdagangan kembali mencatatkan defisit yang melebar.

#BursaSaham #Dolar #IHSG #TrumpEffect
BERITA TERKAIT
Wall Street Bisa Bergerak Variatif
IHSG Akhirnya Naik 0,7% ke 6.509,44
Bursa Asia Mampu Catat Kenaikan
BEI Targetkan Jumlah Investor Syariah Naik 100%
IHSG Sisakan Kenaikan Jadi 0,2% ke 6.477,89
Investor Asia Butuh Kejelasan Sengketa AS-China
IHSG Catat Kenaikan 0,4% ke 6.492,05

ke atas