EKONOMI

Senin, 17 Desember 2018 | 19:14 WIB

Produksi Bawang di NTB dan NTT Melimpah

Ahmad Munjin
Produksi Bawang di NTB dan NTT Melimpah
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Produksi bawang merah dan bawah putih di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami peningkatan signifikan. Terutama, terjadi di daerah penghasil bawang seperti Bima dan Sembalut Lombok Timur.

"Kami belum tau jumlah secara detail. Sebab saat ini pengiriman masih terus berlangsung. Tapi, jika dibandingkan tahun sebelumnya jumlah pengiriman ke sejumlah daerah seperti Kalimantan dan Papua dipastikan meningkat tajam," kata Ketua Serikat Tani Nasional, Ahmad Rifai, di Jakarta, Senin (17/12/2018).

Rifai menjelaskan, peningkatan ini tak lepas dari bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) baik berupa danai tunai maupun bibit tanam. Kata dia, bantuan yang dimaksud di antaranya adalah modal usaha sebesar Rp400 juta untuk membangun gudang yang dikelola oleh gabungan kelompok tani setempat.

"Hasil dari bantuan itu bisa dirasakan secara langsung oleh petani. Jadi mereka tidak harus menunggu panen untuk sekedar membeli pakaian anak sekolah atau biaya makan sehari-hari karena ada bantuan dari pemerintah," katanya.

Meneruskan aspirasi petani, Rifai berharap pemerintah segera membuka pasar bawang lebih luas lagi untuk distribusi hasil panen di NTT dan NTB.

"Petani bingung ketika produksi meningkat namun akses pasar sulit. Keran kami hanya sampai Kalimantan dan Papua. Maksud kami dibuka keran lain seperti pulau Jawa bahkan Jakarta," katanya.

Rifai menambahkan, produsi bawang di wilayah NTB dan NTT diprediksi masih akan menggeliat hingga musim depan. Tingginya permintaan serta suburnya produksi bawang membuat para petani ogah beralih ke garapan lain.

"Sudah pasti akan berlanjut sampai musim depan, bahkan musim-musim berikutnya. Sebab bawang di daerah NTB dan NTT menjadi salah satu cadangan bawang secara nasional," katanya.

Tiga Kali Panen dalam Setahun

Jare (37), salah satu petani bawang di Kecamatan Lambu, Bima, NTB mengatakan, peningkatan produksi bawang terlihat pada musim panen yang mencapai 3 kali dalam setahun. Jumlah itu meningkat tajam jika dibandingkan biasanya yang hanya 2 kali panen dalam setahun.

"Yang jelas, selama kami mendapat bantuan dari pemerintah, produksi bawang di kami meningkat tajam. Bahkan jumlahnya bisa 3 kali panen dalam setahun," tandas dia.

Seperti yang selalu disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan, Kementan telah menetapkan roadmap menuju lumbung pangan dunia 2045 yang meliputi target swasembada sebelas komoditas strategis nasional.

Dari sebelas sasaran strategis ini, salah satunya adalah bawang putih dan merah yang digenjot secara bertahap untuk mengurangi ketergantungan impor dan mengejar target swasembada pada tahun 2021. Sesuai aturan Permentan No. 16 Tahun 2017 tentang Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH).

Permentan ini memuat klausul importir bawang putih wajib melakukan tanam di dalam negeri paling sedikit 5 persen dari total impor yang diajukan. Lokasi tanam diutamakan di wilayah baru. Hal ini dilakukan agar produksi dalam negeri terus meningkat. [jin]

#Kementan #BawangMerah #BawangPutih #NTB #NTT
BERITA TERKAIT
Kementan Siapkan Asuransi Pertanian Cabai & Bawang
Brunai Darussalam Puji Varietas Padi dari RI
Harga Bawang Putih Makin Mahal Gara-gara Ini..
Kapal Ternak Program Tol Laut Kurangi Susut Sapi
Impor Beras Era Jokowi Dipicu Data Abal-abal
(Council Meeting APTERR 7th) BKP Kementan Usulkan Evaluasi Bantuan Beras
(Tahun Politik) Sri Mulyani Dukung Pelaku Ekonomi Digital

ke atas