NASIONAL

Rabu, 19 Desember 2018 | 19:11 WIB

Hak Politik 6 Anggota DPRD Malang Dicabut

Hak Politik 6 Anggota DPRD Malang Dicabut
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Surabaya - Majelis hakim yang diketuai Cokorda Gede Arthana SH.MH selain menjatuhkan pidana penjara juga menghukum tambahan pada enam anggota DPRD Malang yakni Sulik Sulistyowati, Abdul Hakim, Bambang Sumarto, Imam Fauzi, Syaiful Rusdi, Tri Yudiani, Rabu (19/12/2018).

Dalam putusannya majelis hakim mencabut hak politik para terdakwa selama tiga tahun setelah para terdakwa menjalani pidana pokok.

Hal itu dikarenakan para terdakwa adalah anggota dewan yang dipilih rakyat namun mengkhianati kepercayaan yang diamanahkan pada mereka.

Khusus utuk terdakwa satu yakni Sulik Sulistyowat juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp117 juta sedangkan terdakwa Bambang Sumarto Rp120 juta apabila dalam kurun waktu satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap namun terdakwa tidak membayar maka dilakukan penyitaan terhadap harta benda terdakwa.

"Apabila harta benda milik terdakwa tidak mencukupi maka diganti dengan pidana penjara selama tiga bulan," ujar hakim Cokorda.

Perlu diketahui, majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama 4 tahun 8 bulan, denda Rp200 juta subsider 1 bulan pada terdakwa pertama Sulik Sulistyowat dan terdakwa Bambang Sumarto.

Sedangkan terdakwa dua Abdul Hakim dipidana penjara selama 4 tahun 2 bulan, denda 200 juta subsider 1 bulan. Terdakwa empat Imam Fauzi 4 tahun 1 bulan, denda 200 juta, subsider 1 bulan kurungan.

Kemudian terdakwa lima yakni Syaiful Rusdi dipidana penjara selama 4 tahun 1 bulan denda Rp200 juta dan subsider 1 bulan kurungan serta terdakwa enam Tri Yudiani dipenjara selama 4 tahun 2 bulan, denda Rp200 juta dan subsider 1 bulan kurungan. [beritajatim]

#KorupsiAPBDMalang
BERITA TERKAIT
Banjir Bandang Sentani, 79 Korban Masih Hilang
PPP Tegaskan Suharso Plt Ketum Tak Langgar Aturan
Efek Domino Pengusaha dan Nahdliyin Dukung Prabowo
BNPB: Korban Tewas Banjir Sentani 104 Orang
PPP Anggap Perbedaan Internal Dinamika Biasa
Banjir di Sentani, Polri Terjunkan Anjing Pelacak
KPU Libatkan TKN dan BPN di Komite Damai

ke atas