NASIONAL

Jumat, 28 Desember 2018 | 12:39 WIB

Pelaporan Hasto, Momen Bawaslu Bongkar Hoaks

Pelaporan Hasto, Momen Bawaslu Bongkar Hoaks
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Dilaporkannya Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) justru dinilai positif bagi petinggi TKN Jokowi-KH Ma'ruf Amin itu. Sebab dengan demikian, ada momen yang pas untuk mengklarifikasi sekaligus membuka secara resmi masalah peredaran fitnah dan hoaks, yang selama ini paling banyak menyerang mereka.

Ketua Pusat Studi Politik dan Pemerintahan Universitas Wiralodra Indramayu, Iman Soleh, mengatakan, berdasarkan pengamatan, selama ini justru kubu Jokowi-Ma'ruf yang paling banyak dirugikan oleh kampanye hoaks dan fitnah. Maka itu, ketika Hasto dilaporkan ke Bawaslu oleh pihak Prabowo-Sandi, justru memunculkan dua momentum.

Momentum pertama, Bawaslu harus membuktikan kepada publik bahwa mereka mampu menjadi lembaga yang benar-benar menjalankan fungsinya sebagai pengawas pemilu yang tegas dan netral.

Momentum kedua justru harus dimainkan oleh Hasto. Dia bisa seolah memukul balik kubu lawan, dalam bentuk klarifikasi dan penjelasan kepada Bawaslu dan utamanya kepada publik.

"Bahwa siapa sesungguhnya yang memainkan pola-pola kampanye hitam, fitnah, dan berita bohong selama ini," kata Iman Soleh.

Baginya, Hasto adalah figur publik yang mewakili parpol terbesar dan penguasa. Maka ketika dia dilapor ke Bawaslu, pemeriksaannya akan menjadi perhatian publik.

Bawaslu sendiri harus bisa menunjukkan bahwa lembaganya tidak main-main. Dan takkan mengabaikan laporan atas dugaan pelanggaran pemilu.

"Hasto sudah menunjukkan itikad baik dengan bersedia diperiksa. Tak seperti pejabat biasanya yang seolah enggan untuk diklarifikasi atas dugaan pelanggaran," kata Iman.

Tentu saja, lanjutnya, Hasto jadi punya kesempatan yang resmi untuk memberikan klarifikasi mengenai sumber permasalahan politik nasional saat ini. Yakni soal penyebaran hoaks dan fitnah. Akan jadi ketahuan, siapa yang sesungguhnya memainkan pola-pola kampanye hitam, fitnah, dan berita bohong selama ini.

Bagi Soleh, Hasto seharusnya menjadikan momentum ini untuk membuka dan melaporkan fitnah dan hoaks yang selama ini mereka rasakan.

"Hasto justru harus membeberkan konten-konten kampanye hitam, fitnah, dan berita bohong, yang ditujukan kepada pihaknya," tegasnya.

Dia yakin, proses ini bisa membawa perbaikan dalam pendidikan politik dan demokrasi. Bahwa segala bentuk pola kampanye hitam, fitnah, dan berita bohong adalah sesuatu yang kontra produktif bagi pelaksanaan pemilu, pendidikan politik, dan demokrasi.

Untuk diketahui, Hasto Kristiyanto menjadi obyek laporan ke Bawaslu oleh kubu Prabowo. Koordinator kuasa hukum Tim Advokat Indonesia Bergerak, Djamaluddin Kordoeboena, menyatakan Hasto dilaporkan atas pernyataan saat Safari Kebangsaan di Lebak, Banten. Ketika itu Hasto menyinggung capres yang selalu menebar fitnah dan marah-marah.
"Di antaranya, dia menyatakan pula bahwa 'Masyarakat ini mau pilih yang mana? Mau penyebar fitnah atau yang difitnah?'" kata Djamal. [rok]

#Bawaslu
BERITA TERKAIT
Jokowi Dilaporkan ke Bawaslu, Ini Komentar Ma'ruf
Bawaslu Diminta Selidiki Bupati Kuningan
Pengamanan Kampanye, Bawaslu DKI Bakal Temui Polda
Pertemuan Prabowo-Clark Tak Terkait Pilpres
Neno Warisman Baca Puisi, Jubir TKN Bikin Balasan
MUI DKI Jawab Ma'ruf: Kami Netral
TKI Asal Sampang Tertimpa Bangunan di Malaysia

ke atas