GAYA HIDUP

Sabtu, 29 Desember 2018 | 19:00 WIB

Debu Vulkanik Krakatau Tak Pengaruhi Penerbangan

Debu Vulkanik Krakatau Tak Pengaruhi Penerbangan
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang mengalami erupsi di wilayah Selat Sunda, belum berdampak negatif terhadap penerbangan. Hal itu ditegaskan Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (LPPNPI) atau dikenal dengan AirNav Indonesia, melalui Notice to Airmen (Notam) No.A5446/18, Kamis (27/12/2018).

Informasi yang terlampir dalam Notam tersebut menjelaskan, abu vulkanik Gunung Anak Krakatau tidak mengganggu penerbangan dan pelayanan navigasi. Lalu lintas penerbangan tetap berjalan aman dan normal.

Namun demikian, Corporate Secretary AirNav Indonesia Didiet KS Radityo menyatakan, ada 7 jalur penerbangan yang terdampak. Penutupan dan pengalihan jalur penerbangan dilakukan di wilayah yang terdampak sebaran debu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Setelah melalui wilayah tersebut, pesawat akan kembali ke jalur penerbangan normal. Hal ini tidak mengakibatkan pembatalan jadwal penerbangan, ujarnya.

Hasil koordinasi dengan BMKG dan PVMBG serta pengamatan Darwin Volcanic Ash Advisory Center (DVAAC), semburan debu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau bergerak ke barat daya dengan kecepatan 45 knots. Dan bergerak ke arah timur laut dengan kecepatan 15 knots. Sehingga, masih berjarak aman dari dua bandara terdekat.

Berdasarkan catatan yang kami himpun, bandara-bandara terdekat seperti Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Raden Inten II Lampung tidak terdampak debu vulkanik tersebut. Sebab, keduanya berjarak 28 Nautical Mile (NM) dengan batas luar area semburan debu vulkanik, jelasnya.

Dengan demikian, lanjut Didiet, pelayanan navigasi dan pergerakan pesawat masih berjalan normal di dua bandara tersebut. Namun begitu, personelnya tetas siaga terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau. Semua perkembangan kondisi terkini akan terus dilaporkan melalui Notam.

Selain menyiagakan personel untuk memantau aktivitas debu vulkanik Gunung Anak Krakatau, AirNav Indonesia juga mendirikan Posko Peduli Tsunami Selat Sunda. Posko tersebut didirikan sejak Rabu (26/12/2018) lalu, di Pondok Pesantren Riyadhul Wildan, Kampung Sepen Masjid, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Di Posko ini, kami menyediakan dua unit tenda komando untuk Posko Penampungan dan dapur umum. Kami juga mengerahkan 13 personel AirNav untuk turun langsung ke Posko tersebut. Mereka bekerja bersama relawan membantu meringankan beban masyarakat setempat, ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya berharap musibah di Selat Sunda segera berakhir. Serta, recovery bisa dilakukan dengan cepat. Sehingga kehidupan masyarakat dan pariwisata bisa pulih kembali.

Kita semua berharap masalah bisa cepat selesai. Dan kehidupan bisa kembali normal. Begitu juga dengan kehidupan pariwisata di daerah terdampak, papar Menpar yang melakukan kunjungan ke daerah terdampak tsunami, Kamis (27/12). [*/par]

#Pariwisata #Kemenpar
BERITA TERKAIT
Ini Momentum Kebangkitan Pariwisata Kalimatan
(Gempa di Lombok Timur) Infrastruktur Pariwisata Aman
Menpar Pastikan Tanjung Gunung Siap jadi KEK
Menpar Promosikan Geopark Indonesia di Paris
Perkembangan Industri Digital untuk Pariwisata
(Adiwastra Nusantara 2019) Adiwastra Pamerkan 400 Tenun dan Batik Tradisional
Ciptakan Generasi Maju, Tingkatkan Kualitas Anak

ke atas