PASAR MODAL

Rabu, 02 Januari 2019 | 11:45 WIB

Darmin: Ingin Untung Lumayan, Coba Investasi Saham

M Fadil Djailani
Darmin: Ingin Untung Lumayan, Coba Investasi Saham
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution membandingkan investasi dengan cara membeli tanah atau berinvestasi di pasar uang.

Lantas, apa yang paling menguntungkan menurut mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) dan Dirjen Pajak ini, apakah membeli tanah atau berinvestasi di pasar uang?

Menurut Darmin, jika ingin berinvestasi jangka panjang tentu membeli tanah adalah suatu langkah yang bagus. Tetapi jika ingin investasi jangka pendek dengan untung yang lumayan, pasar keuangan bisa di coba.

"Yang sangat penting untuk yakinkan masyarakat kita agar saving-nya dilakukan di pasar keuangan. Kalau saving-nya untuk beli tanah bagus-bagus saja. Tetapi yakin lah, putarannya sangat lambat," kata Darmin dalam kesempatan membuka perdagangan saham secara simbolis di awal tahun 2019 di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Rabu (2/1/2019).

Buka: Inilah Catatan Kinerja BEI Versi Presiden

Darmin bilang dengan berinvestasi membeli tanah dibutuhkan waktu yang lama agar nilainya menjadi berlipat ganda.

"Orang beli tanah dan menahannya 30 tahun, baru jual memang harganya naik 100 kali lipat tapi 30 tahun. Kita butuh saving yang berputar," kata Darmin.

Maka dari itu kata Darmin, berinvestasi di pasar keuangan memberikan imbal hasil yang tidak kalah baik dengan investasi membeli tanah, meskipun berinvestasi di pasar keuangan juga dapat menyebabkan kerugian.

"Tentu tidak mudah orang beli tanah bukan tanpa alasan. Memang tidak pernah rugi kalau beli tanah, memang kalau beli surat utang kadang rugi juga," ujar Darmin. [hid]

#BursaSaham #Dolar #IHSG #TrumpEffect
BERITA TERKAIT
Pasar Minyak Khawatirkan Ekonomi China
Brexit Tertunda, Pound Inggris Kalahkan Dolar
Inilah Saham Pilihan Hari Ini (23/1/2019)
Kejatuhan Wall Street, Inilah Pemicunya
China Mulai Waspadai Perlambatan Ekonomi Global
Bursa Eropa Tertekan Fatwa IMF tentang PDB Global
IHSG Akhirnya Mampu Naik 0,2% ke 6.468,56

ke atas