EKONOMI

Minggu, 06 Januari 2019 | 09:17 WIB

Pariwisata Nasional Andalkan Teknologi Digital

Wahid Ma'ruf
Pariwisata Nasional Andalkan Teknologi Digital
Menpar Arief Yahya (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Semarang - Menpar Arief Yahya mengungkapkan saat ini 5 perusahaan terbesar di dunia adalah digital company. Karena itu, industri pariwisata pun harus digital.

Dalam mengembangkan industri pariwisata nasional, Kemenpar mengembangkan tiga produk untuk kaum millennial yaitu Wonderful Startup Academy, Nomadic Tourism, dan Destinasi Digital. "Sudah saatnya setiap destinasi wisata menggunakan digital sebagai materi promosinya. Look-Book-Pay harus diperhatikan oleh para pelaku destinasi. Wonderful Startup Academy ini untuk menciptakan ekosistem agar Indonesia menjadi destinasi wisata utama mancanegara," ujar Menpar Arief Yahya.

Program ini memberikan edukasi, knowledge sharing, mentoring hingga validasi terhadap market maupun bisnis. Juga menjadi akses kepada pemangku kebijakan, sesama pelaku bisnis pariwisata maupun konsumen langsung.

Kunci keberhasilan lain di sektor pariwisata tidak lepas dari komitmen pemimpin (CEO Commitment) untuk menjadikan pariwisata sektor unggulan. Sepanjang tahun 2018, sektor pariwisata salah satu yang paling banyak mendatangkan devisa bagi Indonesia.

Mengapa pariwisata makin maju dan terus maju? Jawabnya CEO Commitment. Karena komitmen Presiden Jokowi. Rumusnya, jika pariwisata di daerah ingin maju, pastikan CEO Commitment. Termasuk keseriusan gubernur dan bupati atau walikota. Ketika mereka serius, semua urusan pariwisata jadi mudah, cepat dan lancar. Begitu pun sebaliknya, kata Menpar Arief Yahya seperti mengutip dari laman resmi Kemenkominfo.

Dalam kesempatan tersebut, Menpar Arief Yahya menjelaskan, 4 tahun berturut turut pariwisata Indonesia jadi sektor prioritas. Itu bukti komitmen presiden. Semua diperhatikan. Akses menuju destinasi, point to point, dari satu titik ke titik lain. Semua tersambung dengan moda transportasi yang semakin kuat, lanjut Menpar Arief Yahya saat melakukan Kunker ke Semarang didampingi Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I, Rizki Handayani Mustafa dan rombongan GenPI Nasional.

Selain itu, regulasi terkait pariwisata juga semakin mudah, murah, cepat dan mendorong investasi. Presiden Jokowi juga sudah hadir di hampir semua destinasi yang diprioritaskan untuk terus mempromosikan destinasi pariwisata secara khusus.

Yang tak kalah penting, Presiden juga concern mendorong industri. Semua dirangkul ikut di pariwisata untuk maju dan berkembang, bahkan mendunia. Contohnya kuliner. Beliau meminta kuliner tradisional hadir di rest area, dan lainnya, ujar Menpar Arief Yahya.

Pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia juga didorong tingginya minat masyarakat melakukan perjalanan wisata, terutama oleh generasi milenial. Hasil survei dari Alvara Research Center menyebut, 1 dari 3 generasi melenial Indonesia melakukan wisata minimal sekali dalam setahun.

Dari sisi strategi, pariwisata Indonesia berkembang dan maju berkat konsep 3A yaitu atraksi, amenitas, dan aksesibilitas. Selama ini, promosi sudah kita lakukan dengan gencar. Baik di dalam negeri maupun luar negeri. Baik secara off line maupun digital. Terutama digital. Dibantu sahabat milenial, kita kembangkan beragam destinasi digital di semua daerah, ujar Menpar Arief Yahya.

#BisnisStarup #EkonomiDigital #AriefYahya
BERITA TERKAIT
Kemenhub Pantau Aturan Baru Lion Air, Ini Hasilnya
Harga Mahal, Tiket Pesawat ke Papua Akan Disubsidi
Rencana Penutupan Pulau Komodo Masih Belum Final
Runway 3.000 M, Bandara Kertajati Menunggu April
Politik Dana Bansos Era SBY Hingga Jokowi
Kemenperin Klaim Impor Gula tak Sembarangan
Kemenhub Bantah VietJet, Maskapai Anak Emas

ke atas