EKONOMI

Selasa, 08 Januari 2019 | 17:30 WIB

Tahun 2019, Daya Saing Investasi Masih Prihatin

M Fadil Djailani
Tahun 2019, Daya Saing Investasi Masih Prihatin
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Memasuki 2019, pemerintah konsisten menjalankan sejumlah kebijakan dan program strategis dari sisi fiskal, sektor riil, maupun moneter untuk mendorong daya saing.

Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi 2019 bisa mencapai 5,3%. Untuk mencapai target itu, investasi dan ekspor merupakan faktor kunci. Jangka menengah- panjang, pemerintah melanjutkan pembangunan infrastruktur serta pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Hingga 2018, terdapat 46 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang telah rampung dengan total investasi sebesar Rp159 triliun. Untuk jangka pendek, ada lima kebijakan utama. Tiga di antaranya sudah dilakukan dan akan terus dioptimalkan implementasinya, yaitu perbaikan iklim usaha melalui Online Single Submission (OSS), Fasilitasi Insentif Perpajakan, dan Program Vokasi.

Ke depan, Pemerintah juga akan melakukan Penyederhanaan Prosedur untuk Mengurangi Biaya Ekspor, dan Pemilihan Komoditas Ekspor Unggulan.

Menko Perekonomian Darmin Nasution, menerangkan perlunya sinergi antara pemerintah dengan dunia usaha dalam meningkatkan daya saing Indonesia di tengah dinamika perekonomian global.

Dalam hal ini, pemerintah akan mengoptimalkan peran teknologi dalam perkembangan perekonomian nasional. Sinergi tersebut menjadi kunci agar kebijakan yang dikeluarkan pemerintah lebih optimal dan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha. Dengan begitu, implementasinya menjadi lebih tepat sasaran, kata Darmin di Jakarta, Selasa (8/1/2019). [ipe]

#Investasi #PresidenJokowi #MenkoDarmin #PaketKebijak
BERITA TERKAIT
Kartu Sakti Jokowi Disamakan Rizal Permen Lolypop
Diskresi Perum Bulog Impor Bawang Putih Disoal
Masih Hitung Nilai Investasi, Blok Masela Lamban
(Pelarangan CPO untuk Biofuel) Lawan Diskriminasi UE, Anak Buah Darmin Optimis
Tahun Terakhir, Jokowi Gagal Swasembada Pangan
Kerek Gaji PNS Jelang Pilpres, Ani Rogoh Rp2,66 T
Pengusaha Dipaksa Pro Jokowi? Ini Kata Bos Sahid

ke atas