EKONOMI

Selasa, 08 Januari 2019 | 20:01 WIB

Ini Alasan RI Masih Menarik Bagi Investor

M Fadil Djailani
Ini Alasan RI Masih Menarik Bagi Investor
(Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan Indonesia dianggap menarik bagi investor asing. Sebab sebagai negara berkembang yang memiliki reputasi baik di tengah ketidakpastian global.

"Kita tutup 2018 dengan pertumbuhan yang baik, inflasi rendah, ekonomi tetap robust. Indonesia dilihat sebagai negara emerging yang besar, growthnya tinggi, stabilitas baik, pihak monetery dan fiskal bekerja sama dengan baik secara pragmatis dan fleksibel. Untuk dunia internasional, itu sesuatu yang impresif," kata Sri Mulyani dalam acara diskusi yang bertemakan "Meningkatkan Daya Saing untuk mendorong Ekspor" di Jakarta, Selasa (8/1/2019).

Sri Mulyani menuturkan salah satu faktor lain untuk mengembangkan ekspor adalah dengan telah terselesaikannya beberapa proyek infrastruktur.

Sementara Ketua Kadin, Rosan Roeslani menilai tol Trans Jawa Jakarta - Surabaya mampu meningkatkan efisiensi produksi serta membuat industri tidak terkonsentrasi di satu wilayah saja. "Sudah terbangunnya infrastruktur utamanya di Jawa, maka perbedaan antara Jakarta dan sekitarnya dengan Jawa Barat, Jawa Tengah dan Timur tidak terlalu besar sehingga opsi para investor menjadi semakin banyak," ujarnya.

Dalam diskusi panel bersama Menteri Koordinator Bidang Perekenomian (Menko Perekonomian) Darmin Nasution, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Ketua Kamar Dagang Indonesia (Ketua Kadin) Rosan Perkasa Roeslani serta Ekonom Mandiri, Anton Gunawan.

Menkeu menanggapi kemajuan teknologi yang dapat berdampak pada kesempatan kerja sangat dimungkinkan di masa depan ada skema pajak untuk robot. Robot yang bekerja harus tetap membayar pajak penghasilan, kemudian penerimaan pajak akan digunakan untuk tunjangan pengangguran (unemployment benefit).

"Kita harus punya struktur dari labor market (pasar tenaga kerja) kita. Siapa yang bekerja mendapatkan income dan harus membayar pajak apa, untuk apa, dan untuk siapa. Jika semua robot yang bekerja, yang menerima upah siapa? Konsumsi produk siapa? Robot yang bekerja harus bayar pajak seperti PPh. Di negara manapun tidak akan bisa memberikan unemployement benefit kalau tidak ada revenue," tambahnya. [hid]

#PDB2018 #ProyekInfrastruktur #TolTransJawa
BERITA TERKAIT
DPR Desak Revitalisasi Lintasan Pelabuhan Belawan
DPR Nilai Tarif Tol Pandaan-Malang Terlalu Mahal
Regulasi Kubah Gambut Perkuat Ekosistem Gambut
Bea Cukai Tindak Rokok Ilegal di Berbagai Daerah
Ini Refleksi dan Proyeksi LHK Sulawesi-Maluku
BI Sebut Kabar Baik Neraca Perdagangan Bulan Juni
(Izin Investasi Masih Rumit) Era Jokowi Belum Berhasil Efisienkan Birokrasi

kembali ke atas