NASIONAL

Rabu, 09 Januari 2019 | 18:11 WIB

NTB Usul Percepatan Rehabilitasi Pasca-Gempa

NTB Usul Percepatan Rehabilitasi Pasca-Gempa
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pada Rakortas terkait Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana NTB dan Sulawesi Tengah yang dipimpin Wapres RI Jusuf Kalla, Gubernur NTB Zulkieflimansyah usulkan percepatan upaya rehabilitasi.

Gubernur Zulkieflimansyah menyatakan perlunya fleksibilitas bagi pemerintah daerah dalam membangun rumah warga terdampak bencana. Terutama jenis rumah yang harus dibangun berikut spesifikasinya.

"Perlu menjadi perhatian terkait jenis rumah yang dibangun. Kalau bisa pemerintah daerah diberikan fleksibilitas agar lebih banyak jenis rumah yang boleh dibangun," ungkap Zulkieflimansyah.

Tercatat 44.000 rumah rusak berat di Kabupaten Lombok Utara, padahal fasilitator hanya 100 orang. Dibutuhkan 1.400 orang fasilitator lagi guna mempercepat pencairan dana bantuan.

Dana bantuan dari pemerintah pusat yang ditransfer ke daerah tidak dapat dicairkan atau mengendap jika jumlah fasilitator masih kurang.

Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) juga dihadiri Menko Polhukam Luhut B Pandjaitan, Menko PMK Puan Maharani, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro, dan Kepala BNPB Doni Monardo yang baru saja dilantik.

Menko PMK Puan Maharani, sebagai Koordinator Penanganan gempa di NTB melaporkan progres rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa. Di antaranya terkait pendistribusian bantuan dana stimulan, pendataan Kelompok Masyarakat (Pokmas), progres pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG), permasalahan dan usulan tindak lanjut.

Mengenai progres pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG), Puan melaporkan minat masyarakat membangun RISHA (Rumah Instan Sehat Sederhana) sebanyak 3.855 unit, RIKA (Rumah Instan Kayu) 7.298 unit, dan RIKO (Rumah Instan Konvensional) 6.124 unit. Yang masih dalam tahap proses membangun RISHA ada 1.890 unit, RIKA 671 unit, dan RIKO 1.162 unit.

Total jumlah rumah tahan gempa yang sudah dibangun di masing-masing kabupaten/kota terdampak gempa NTB adalah 3.996 unit. Rinciannya: Lombok Barat 585 unit, Kabupaten Lombok Tengah 518 unit, Kabupaten Lombok Timur 934 unit, Lombok Utara 1.003 unit, Mataram 448 unit, Sumbawa 467 unit, dan Sumbawa Barat 41 unit. [ton]

#GempaLombok
BERITA TERKAIT
KPK Tempel Surat Pemanggilan Sjamsul di Singapura
Anggota TNI Jadi Korban Pengeroyokan Di Jambi
Pengacara Serang Majelis Hakim Pakai Ikat Pinggang
KPK Buka Peluang Ajukan PK Terhadap Syafruddin
(Jika Politisi Ikutan Pakai Faceapp) Dari Sandi, Andi Arief Sampai Mardani
Ferdinand Sindir Lagi Amien Rais: Kocak Lu
Sandi Sudah Siap Jadi Oposisi, Program Tetap Jalan

kembali ke atas