OLAHRAGA

Kamis, 10 Januari 2019 | 00:11 WIB

Nitya Belum Bisa Tinggalkan Bulutangkis

Reza Adi Surya
Nitya Belum Bisa Tinggalkan Bulutangkis
(Foto: badmintonindonesia)

INILAHCOM, Jakarta - Nitya Krishinda Maheswari mengaku belum bisa meninggalkan dunia bulutangkis. Setelah tak lagi menjadi pemain, kini Nitya dipercaya sebagai staf pelatih ganda putri.

Nitya pernah merasakan meraih medali emas Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, berpasangan dengan Greysia Polii. Greysia/Nitya menjadi ganda putri nomor satu Indonesia kala itu.

Tapi, cedera cukup parah yang dialami Nitya membuat PBSI mencarikan pasangan baru untuk Greysia, yakni Apiryani Rahayu. Ternyata, Greysia/Apriyani mulai klop dan kini menjadi andalan ganda putri.

Nitya tak lagi menjadi pemain bulutangkis. Kini, dia mendapat tanggung jawab baru sebagai staf pelatih di ganda putri bersama Eng Hian (pelatih kepala) dan Chafidz Yusuf (asisten pelatih).

"Saya sudah tak main lagi, tapi saya pikir ada hal yang bisa saya bagi, hal apapun dalam bentuk sharing atau program latihan yang pernah saya dapat, bisa diterapkan dengan cara begini, begitu. Sebetulnya lebih ke sharing sih, bukannya menggurui," ujar Nitya, dikutip dari Badmintonindonesia.org.

"Rasanya bermain dan melatih pasti beda. Kalau pemain itu tanggung jawabnya misalnya telat bangun pagi, telat latihan. Sebagai pelatih bukan berarti tidak ada tanggung jawab, malah lebih besar tanggung jawabnya, membimbing atlet untuk jadi lebih baik itu tidak gampang. Walaupun baru merasakan, jadi tahu, oh begini toh rasanya jadi koh Didi (panggilan akrab Eng Hian)," tambahnya.

Nitya mengaku tak pernah terpikir untuk menjadi pelatih saat gantung raket. Tapi, dia mengaku masih belum bisa meninggalkan bulutangkis meski tak lagi menjadi pemain.

"Dulu enggak kepikiran jadi pelatih, mikirnya saya sebagai atlet ya all out, latihan yang benar, kasih prestasi semampu saya. Kemarin ada waktu kosong setelah cedera, saya kepikiran, apa enak ya nggak ada kegiatan lagi?" katanya.

"Tapi di sisi lain saya masih enggak bisa kalau enggak di bulutangkis. Dengan adanya tawaran dari koh Didi seperti ini, oh saya jadi bisa memberi untuk PBSI, untuk negara, dalam konteks berbeda tapi di bidang yang sama," tandasnya.

#Nitya
BERITA TERKAIT
Kelemahan Ganda Putri Disiplin dan Tanggung Jawab
CLS Knights Masih Bisa Lebih Baik Lagi
(Australia Terbuka) Rafael Nadal dan Petra Kvitova ke Semifinal
(Indonesia Masters) Tontowi/Liliyana dan Praveen/Melati ke Babak Kedua
(Indonesia Masters) Turnamen Terakhir Kurang Memuaskan untuk Debby
Ini Enam Games yang Dipertandingkan di IEG 2019
(Indonesia Masters) Hafiz/Gloria Melaju, Ronald/Debby Tersingkir

ke atas