EKONOMI

Kamis, 10 Januari 2019 | 04:09 WIB

Freeport Kebanggaan Jokowi tak Bagi Dividen 2Tahun

Freeport Kebanggaan Jokowi tak Bagi Dividen 2Tahun
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Freeport Indonesia (PTFI) tak akan bagi dividen kepada pemegang saham, termasuk kepada pemilik mayoritasnya PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) selama dua tahun, yakni pada 2019-2020.

"Sudah dihitung, 'bottom line' kita nggak pakai dividen dua tahun, namun tahun 2021 mulai ada sedikit, kata Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Menurutnya, hal tersebut disebabkan menurunnya produksi, karena adanya perpindahan produksi dari tambang terbuka (open pit) ke bawah tanah (underground).

Budi menyampaikan, produksi dan penerimaan akan mulai membaik pada 2023, yang diprediksi mencapai US$2 miliar.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral atau ESDM Bambang Gatot Ariyono memperkirakan bahwa penerimaan PT Freeport Indonesia (PTFI) turun pada 2019.

"Penerimaan Freeport (akan) turun pada 2019, baik revenue maupun pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA)," ujar Bambang.

Dia lebih lanjut menjelaskan bahwa kemungkinan penurunan tersebut terjadi dikarenakan rencana Freeport yang akan masuk ke tambang dalam.
"Tahun 2020 (Freeport) masuk ke tambang dalam, sehingga nanti diharapkan pada tahun itu revenue maupun EBITDA-nya akan naik," kata Bambang.

Waduh, gawat juga. Padahal, Presiden Joko Widodo begitu bangganya saat divestasi 51,2% saham PT Freeport Indonesia rampung pada akhir Desember lalu. Sampai-sampai Jokowi menyebutnya sebagai sejarah.

Dibalik 'sukses' divestasi Freeport itu, ternyata pahit juga buat Indonesia. Ya itu tadi, puasa dividen selama dua tahun. [tar]

#Divestasi #Freeport #PresidenJokowi #Dividen
BERITA TERKAIT
(Jelang Debat Capres) Rizal Tantang Jokowi dan Prabowo Beri Gagasan Baru
(Jelang Debat Capres) Jokowi Siap Paparkan Sukses Bangun Infrastruktur
Panggil Bos Bukalapak, Jokowi Obrolin Soal Ini
Inilah Alasan Ditjen Pungut Pajak e-Commerce
Pasca Gaduh Bos Bukalapak, Bagaimana Nasib UMKM?
(Jelang Debat Capres) Kepastian Hukum Masih Rendah, Investor Ogah
(Bos Bukalapak Dibully) Ini Perbandingan Anggaran Riset RI

ke atas