MOZAIK

Kamis, 10 Januari 2019 | 21:00 WIB

Syair: Kekasih di Hari Tua

Syair: Kekasih di Hari Tua
(Foto: Istimewa)

Pabila hari tuaku tiba, kelak suatu masa
Kacamata tebal atas hidung, bersenandung
Menembangkan lelakon lama. Lalu tersenyum
Memandang bayangan atas kaca jendela
Yang putih warnanya, sampai pun alis, bulu mata

Maka namamu 'kan kusebut, dengan bibir gemetar
Bagai ayat kitab suci, tak sembarang boleh terdengar
Namun kala itu yang empunya nama entah di mana
Apakah lagi menyulam, duduk bungkuk atas kursi rotan
Ataukah sedang menimang cucu, mungkin pula telah lama
Aman berbaring dalam tilam penghabisan.

Dan pabila giliranku tiba, telentang
Dengan kedua belah tangan bersilang
Sebelum Sang Maut menjemput
Sekali lagi namamu 'kan kusebut, lalu diam. Mati.

[Ajip Rosidi]

BERITA TERKAIT
Jika Selesai Salat Fardu, Berdoalah!
Manfaat Berdoa dengan Lirih dan Lemah Lembut
Dua Makna Tersembunyi dari Doa Bisa Menolak Takdir
Sahabat Rasul: Kami akan Perbanyak Doa
Tak Dikabulkan, Berdoa dengan Hati yang Lalai
Inilah Waktu Salat sebagaimana Nabi sebelum Engkau
Ucap Bismillah saat Wudu, Sunah atau Wajib?

kembali ke atas