DUNIA

Kamis, 10 Januari 2019 | 16:27 WIB

Protes Taksi Online, Sopir Taksi Bakar Diri, Mati

Protes Taksi Online, Sopir Taksi Bakar Diri, Mati
(Foto: voaindonesia)

INILAHCOM, Seoul--Seorang sopir taksi di Korea Selatan meninggal setelah membakar dirinya sendiri untuk memprotes layanan taksi online yang diluncurkan perusahaan aplikasi pesan teks terbesar di negara itu.

Im, pengemudi taksi berusia 64 tahun itu, membakar kendaraannya yang parkir dekat Kedutaan Besar AS di Seoul. Ia masih sadar saat ke luar dari mobil yang terbakar, lalu dibawa ke rumah sakit terdekat, tapi meninggal beberapa jam kemudian.

Polisi menemukan botol-botol bensin yang meleleh di dalam mobil taksinya, lapor AFP yang dikutip dari VOA, Kamis (10/1/2019). .

Menurut laporan kantor berita Yonhap, Im meninggalkan catatan. Dalam catatan itu, dia meminta pelarangan jasa yang dia sebut "tebengan kendaraan ilegal."

Im adalah pengemudi taksi kedua dalam satu bulan ini yang membakar dirinya sendiri untuk memprotes jasa transportasi online yang diluncurkan oleh Kakao, perusahaan aplikasi chat.

Jasa layanan taksi online bisa mengurangi ongkos transportasi dan meningkatkan layanan untuk para pengguna di seluruh dunia. Tapi Korea Selatan, transportasi online nyaris tidak ada. Perusahaan taksi online AS, Uber juga beroperasi terbatas.

Uber sudah menutup jasa layanan taksi online utamanya di Korea Selatan sejak 2015 menyusul penolakan keras dari sopir taksi. Uber hanya menyediakan layanan transportasi taksi online dengan izin.

Kakao Mobility, yang baru dalam tahap uji coba, hanya membolehkan para sopir untuk melakukan dua pesanan dalam satu hari.

Namun para sopir taksi memprotes keras dengan mengatakan layanan itu mengancam pekerjaan dan kesejahteraan mereka.

Kakao Talk memutuskan menunda peluncuran resmi Kakao Mobility, yang dijadwalkan pada 17 Desember lalu. [afp/voa/lat]

#taksi #online #korsel
BERITA TERKAIT
Presiden Korsel Ajak Pemimpin Korut KTT Lagi
Pertempuran Sengit ISIS dan Taliban
Daerah Sipil Libya Berubah Jadi Medan Perang
Alibaba Bertahan di Daftar Pasar Barang Palsu AS
Serangan Koalisi di Suriah, 1.600 Sipil Tewas
AS: Awas Serangan Baru di Sri Lanka
Mantan Wapres Era Obama Maju Pilpres AS

kembali ke atas