DUNIA

Kamis, 10 Januari 2019 | 17:05 WIB

Regulator Pakistan Larang 'Adegan Mesra' di TV

Regulator Pakistan Larang 'Adegan Mesra' di TV
(ist)

INILAHCOM, Islamabad - Stasiun-stasiun televisi Pakistan dilarang untuk menayangkan 'adegan mesra' atau 'adegan ranjang'. Larangan itu diumumkan oleh badan regulasi media negara tersebut.

Otorita Regulasi Media Elektronik Pakistan (PEMRA) menyerukan agar stasiun-stasiun televisi menghormati peraturan bagi media yang sudah berlaku selama ini dan tidak menyiarkan tayangan yang bertolak belakang dengan 'keadaan masyarakat Pakistan yang sebenarnya'.

Badan tersebut juga mengeluhkan terlalu banyaknya konten feminis dan memperingatkan bahwa 'tema-tema seronok' seperti itu menyinggung penonton.

"Maraknya tren tema-tema seronok dalam industri drama Pakistan telah dikeluhkan oleh publik," kata PEMRA dalam sebuah pernyataan yang dikutip AFP.

"Adegan dan dialog tidak senonoh, hubungan di luar nikah, kekerasan, pakaian yang tidak sopan, adegan perkosaan, adegan bercumbu, adegan ranjang, penggunaan narkoba dan alkohol, momen-momen intim antara pasangan digambarkan secara glamor dan mengabaikan budaya dan nilai-nilai Pakistan," lanjut PEMRA.

Acara drama dan opera sabun televisi Pakistan yang berupaya melawan hal-hal yang dianggap tabu oleh kalangan konservatif di negara tersebut yang sangat menjunjung tinggi patriarki, sangat populer, menurut data dari PEMRA dan Gallup Pakistan.

Acara tersebut kebanyakan menampilkan alur cerita yang menggambarkan masalah sosial seperti KDRT, kekerasan terhadap anak, misogyny atau anti-perempuan. Para aktivis tadinya memuji acara tersebut sebagai media yang kuat untuk membawa perubahan di Pakistan.

Tahun lalu, sebuah opera sabun mendramatisir kehidupan selebriti media sosial Qandeel Baloch --yang dikenal karena foto-foto selfie-nya provokatif dan akhirnya dibunuh oleh saudara laki-lakinya pada 2016-- menjadi acara yang paling populer.

Acara-acara lain yang menyoroti masalah 'pembunuhan demi kehormatan keluarga' dan kawin paksa juga banyak disukai, walaupun sempat dikecam di media sosial, dan banyak orang menuduh media televisi menyebarkan kevulgaran dan merusak nilai-nilai sosial.

Dalam pernyataannya PEMRA menyebutkan acara drama seperti itu menggambarkan citra usang perempuan dan membatasi mereka dengan hanya mengangkat isu-isu feminis serta tidak menghiraukan anak-anak, remaja, dan pria.

#Pakistan
BERITA TERKAIT
Massa Bertopeng Serbu Stasiun Kereta di Hong Kong
Koalisi PM Abe Raih Mayoritas Pemilu Jepang
Situasi Kemanusiaan di Suriah Terus Memburuk
Pertikaian Tanker Inggris-Iran Semakin Panas
86 Muslim Bosnia Dibantai Serbia
Church Brew Works: Dari Gereja Jadi Pabrik Bir
Keluarga Australia: Pajak Melawan Tuhan

kembali ke atas