EKONOMI

Jumat, 11 Januari 2019 | 02:09 WIB

LPS: Kunci Dana Investasi dengan Tobin Tax

LPS: Kunci Dana Investasi dengan Tobin Tax
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Ekonom Destry Damayanti menilai, tobin tax layak dijadikan salah satu skema untuk mengantisipasi dana jangka yang sewaktu-waktu cabut dari Indonesia. Atau sering dijuluki hot money.

"Untuk mengantisipasi dana jangka pendek, tobin tax bisa saja dikenakan. Kita kan enggak mau dana asing keluar-masuk tidak menentu sehingga mengganggu stabilitas," ujar Destry Damayanti yang juga Anggota Dewan Komisioner LPS di Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Selain itu, lanjut dia, skema "reverse tobin tax" juga dapat dilakukan, yakni penerapan insentif pajak bagi investor asing agar mau me-reinvestasi keuntungan yang diperoleh di Indonesia. "Hal-hal itu sedang dibahas pemerintah," katanya.

Ia mengatakan dalam satu pekan terakhir ini, arus dana asing cukup deras masuk ke pasar modal, baik saham maupun surat utang. Selain itu, ia menambahkan, pemerintah juga harus dapat menciptakan situasi yang nyaman, baik ekonomi maupun politik menjelang pemilihan umum pada 2019.
"Investor butuh kepastian hukum, kemanan, dan politik," katanya.

Hal senada dikatakan Kepala Riset Koneksi Kapital Indonesia, Alfred Nainggolan. Selama fundamental ekonomi makro bisa dijaga, maka volatilitas di pasar keuangan dalam negeri baik, saham maupun nilai tukar (kurs) rupiah, bisa terjaga.

"Dalam menerapkan kebijakan, pemerintah diharapkan jangan sampai mengurangi animo minat investasi asing di dalam negeri, karena itu dapat membuat situasi menjadi kurang menggembirakan, terutama bagi pasar keuangan domestik," katanya. [tar]

#LPS #TobinTax #HotMoney #Investasi
BERITA TERKAIT
Masih Hitung Nilai Investasi, Blok Masela Lamban
Harapan KCN, Komitmen Jokowi Hadirkan Investasi
Gandeng Pendanaan K-Sure, Pertamina Butuh Duit
Bos China Tertarik Bikin Pabrik Semen di Kaltim
Fitch Tahan Peringkat Investment Grade Indonesia
Tak Perlu Kementerian Baru, Jokowi Disarankan Ini
Tiongkok Dorong Perluasan Investasi di Malang

ke atas