EKONOMI

Jumat, 11 Januari 2019 | 04:09 WIB

Sambangi Gudang Bulog, Jokowi Khawatir Stok Beras?

Sambangi Gudang Bulog, Jokowi Khawatir Stok Beras?
Presiden Joko Widodo (Jokowi) (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi), meninjau gudang beras Perum Bulog di Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (10/1/2019). Bisa jadi presiden khawatirkan persediaan beras. Dampaknya bikin mahal harga beras.

Saat peninjauan, raut wajah Jokowi sumringah. Dia bilang, persediaan beras di gudang Bulog, cukup besar. Lebih besar ketimbang tahun-tahun sebelumnya. "Saya melihat kalau dibandingkan dengan tahun-tahun yang lalu, stok kita ini memang lipat (berlipat ganda). Biasanya di akhir Desember itu 700-800 ribu ton, tetapi di akhir Desember 2018 ini, stok kita sekarang 2,1 juta ton," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, jumlah pasokan beras yang semakin bertambah tersebut akan digunakan untuk menjaga stabilitas dan keseimbangan harga beras di pasaran, yakni dengan melakukan operasi pasar. Operasi pasar oleh Bulog ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia mulai 3 Januari 2019.

"Trennya ini turun (harga) karena sudah beberapa hari ini Bulog juga melakukan operasi pasar besar-besaran untuk memberikan suplai kepada pasar-pasar yang membutuhkan dan pada masyarakat yang membutuhkan," kata mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta ini.

Selain itu, ketersediaan stok yang besar ini juga diharapkan dapat memberi keyakinan kepada pasar dan masyarakat agar tidak khawatir terhadap kenaikan harga beras di pasaran.

"Karena biasanya kalau stoknya sedikit itu akan banyak spekulasi dari pasar yang bermain-main dengan harga. Ini kita tunjukkan bahwa stok itu memang ada dan banyak," ucapnya.

Selanjutnya, Jokowi meminta Bulog untuk terus menjaga ketersediaan beras serta menggelar operasi pasar apabila dirasakan perlu untuk menstabilkan harga.

Dia berpesan, keseimbangan harga produksi dengan harga pasar, harus diperhatikan. Bahwa kepentingan petani maupun masyarakat sebagai konsumen, menjadi fokusnya.

"Kalau kita mau harga turun secara drastis, gampang, suplai aja semua ini ke pasar. Tapi petaninya yang jadi rugi. Keseimbangan antara harga produksi dengan harga pasar ini harus dijaga oleh Bulog. Tidak bisa terlalu murah, nanti petaninya juga akan menjerit," tuturnya.

Dalam kunjungan ini, Jokowi didampingi Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki dan Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso. [tar]

#PresidenJokowi #PerumBulog #BudiWaseso #BerasMahal
BERITA TERKAIT
Neraca Dagang Pecah Rekor, Era Jokowi Gemar Impor
Utang Jadi Bom Waktu Presiden 2019-2024
Tes Integrasi Izin Usaha, Jokowi Rencanakan Ini
Hadiri Silatnas GoJek, Jokowi Puji Kesejahteraan
Klimaks Daya Beli Loyo, Jangan Buat Aturan Gaduh
Hero Tutup, Pengamat: Klimaks Lesunya Daya Beli
Era Jokowi Gagal Swasembada Kedelai, Berdalih Ini

ke atas