MOZAIK

Sabtu, 12 Januari 2019 | 06:00 WIB

Yuk Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW!

Yuk Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW!
(Foto: Ilustrasi)

SUATU hari, setelah Nabi shallallahu alaihi wa sallam berdakwah di kabilah Ibnu Abdi Ya Lail bin Abdi Kulal dan diusir. Beliau begitu berduka dan gundah. Beliau berjalan gontai, hingga tiba di daerah Qarni Ats Tsaalib.

Tiba-tiba beliau merasa ada awan yang menaunginya, sehingga beliau segera menengadah ke langit. Ternyata Malaikat Jibril menampakkan dirinya dari balik awan dan segera menyapanya dan berkata: Sejatinya Allah telah mendengar tanggapan dan sikap kaummu terhadap seruan dakwahmu. Karena itu Allah mengutus Malaikat penunggu gunung untuk engkau perintahkan sesuka hatimu

Segera Malaikat penungggu gunung menyapa aku dan berkata: Wahai Muhammad! Allah telah mendengar tanggapan dan ucapan kaummu kepadamu, sedangkan aku adalah Malaikat yang ditugasi mengurusi gunung. Aku diutus untuk engkau perintahkan apa saja yang engkau suka. Bila engkau suka, niscaya aku akan timpakan dua gunung Akhsyabain kepada mereka

Mendapat penawaran ini, Nabi menunjukkan sikap seorang yang memiliki jiwa besar. Beliau lebih memilih untuk memaafkan dan memberi tangguh. Bahkan beliau membalas kejelekan dengan kebaikan.

Beliau menjawab tawaran Malaikat Penunggu gunung dengan bersabda, Tidak, bahkan Aku sangat berharap semoga Allah melahirkan dari mereka orang-orang yang akan beribadah hanya kepada Allah semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan apapun (HR. Bukhari Muslim).

Begitu besar jiwa beliau, shallallahu alaihi wa sallam. Demikian juga ketika usai dari perang Uhud, yang padanya beliau terluka di wajah dan daninya, beliau juga membuktikan kebesaran jiwanya.

Sambil mengusap darah dari wajahnya beliau berdoa: Ya Allah, ampunilah (jangan Engkau timpakan siksa yang membinasakan/beri tangguh) kaumku, karena sejatinya mereka adalah orang-orang yang tidak tahu (Muttafaqun alaih)

Ya Allah, lapangkan dada kami untuk dapat meneladani akhlaq Nabi- Mu. Amiin. []

#Rasulullah #NabiMuhamad #Teladan
BERITA TERKAIT
Tiga Wasiat Rasulullah: Yuk Laksanakan!
Cintailah Allah pada Level Tertinggi
Bukankah Aku Umatmu Ya Rasulullah?
Negeri-negeri Pilihan Rasulullah untuk Umatnya
Pengaruh Maksiat Pada Ketauhidan
Pribadi Tawadhu
Satu Bunga Mengalahkan Nilai Seribu Bunga

ke atas