DUNIA

Jumat, 11 Januari 2019 | 07:10 WIB

Heboh Pasien Koma 10 Tahun Hamil, Melahirkan

Heboh Pasien Koma 10 Tahun Hamil, Melahirkan
(Foto: voaindonesia)

INILAHCOM, Phoenix--Seorang pasien perempuan yang selama 10 tahun berada dalam keadaan koma di sebuah fasilitas perawatan jangka panjang, Hacienda HealthCare di Kota Phoenix, Arizona, AS akhir tahun lalu melahirkan, lapor Associated Press seperti dikutip dari VOA, Jumat (11/1/2019).

Polisi kota Phoenix mengeluarkan surat perintah penggeledahan untuk mendapatkan DNA dari seluruh staf laki-laki di Hacienda HealthCare.

Kasus ini telah memicu kritik tajam terhadap fasilitas tersebut dan badan yang memonitor kinerja fasilitas itu, serta menyorot urgensi masalah keamanan pasien yang cacat atau koma.

Manajemen Hacienda HealthCare menyambut baik perintah penggeledahan polisi tersebut.

"Kami akan bekerjasama dengan Kepolisian Phoenix dan seluruh badan-badan penyelidik lainnya untuk mengungkap fakta yang sangat mengganggu dan tidak pernah terjadi sebelumnya ini," demikian petikan pernyataan Hacienda HealthCare.

Kasus ini pertama kali dilaporkan oleh situs berita lokal Azfamily.com. Seorang perempuan yang selama lebih dari 10 tahun berada dalam kondisi koma karena kecelakaan tenggelam, melahirkan bayi pada tanggal 29 Desember lalu.

Sejumlah pejabat San Carlos Apache mengumumkan bahwa perempuan berusia 29 tahun itu terdaftar sebagai anggota kesukuan mereka, yang tinggal di bagian tenggara Arizona.

Dalam pernyataan tertulis itu, pejabat suku itu mengatakan ketika melahirkan, perempuan itu masih berada dalam kondisi koma. Nama perempuan tersebut tidak disebut dalam pernyataan tersebut. Juga soal apakah staf fasilitas itu mengetahui kehamilannya, hingga melahirkan bayinya.

"Atas nama suku kami, saya sangat terkejut dan merasa ngeri dengan perlakuan terhadap salah seorang anggota suku kami," ujar kepala suku Terry Rambler.

Ditambahkannya, "Ketika seseorang yang Anda cintai menjalani perawatan paliatif dan bergantung pada orang lain, Anda mempercayai sepenuhnya orang yang merawatnya. Sedihnya salah seorang pengasuhnya tidak dapat dipercaya dan mengambil kentungan darinya. Saya berharap keadilan dapat ditegakkan."

Kuasa hukum perempuan malang itu, John Micheaels, mengeluarkan pernyataan tertulis bahwa keluarga mereka sangat marah dengan kelalaian yang terjadi dan memohon publik untuk menjaga privasi mereka.

Kepala polisi San Carlos Apache, Alejandro Benally, mengatakan akan melakukan apapun untuk menemukan pelaku.

Juru bicara Hacienda HealthCare mengatakan tim penyelidik telah mengambil DNA seluruh staf laki-laki yang bekerja di fasilitas itu.

Hacienda HealtCare merawat bayi, anak-anak dan orang dewasa yang secara medis sangat lemah atau memiliki cacat perkembangan. [voa/lat]

#Pasien #Koma
BERITA TERKAIT
Taliban Buka Perundingan Baru dengan AS
Vatikan Luncurkan Aplikasi Doa
Uni Eropa Kenakan Sanksi terhadap Rusia dan Suriah
Muslim Moro Filipina Lakukan Referendum
Penjaga Perdamaian PBB Diserang di Mali, 10 Tewas
Belum Ada Tanda-tanda Shutdown AS Berakhir
Ejek Suku Asli AS, Sekelompok Remaja Dikecam

ke atas