METROPOLITAN

Jumat, 11 Januari 2019 | 17:54 WIB

Guru Penyebar Hoax Dibekuk Karena Cuitan Ini

Happy Karundeng
Guru Penyebar Hoax Dibekuk Karena Cuitan Ini
(Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)

INILAHCOM, Jakarta - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan jajaran Subdit 4 Cyber Crime Polda Metro Jaya berhasil amankan seorang guru, yang melakukan penyebaran berita hoax terkait adanya 7 kontainer yang berisikan surat suraf tercoblos di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pelaku berinisial MIK (38).

"Subdit Cyber Crime Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya telah melakukan penangkapan terhadap pelaku kasus tindak pidana dibidang ITE yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) atau menyiarkan atau mengeluarkan pemberitahuan bohong. Inisial MIK berusia 38, yang bersangkutan seorang guru," sambungnya.," katanya di Mapolda Metro Jaya, Jumat (11/1/2019).

Argo menjelaskan, pelaku ditangkap usai menulis diakun Twitter nya @chiecilihie80. Sehingga, Polisi melakukan penyelidikan.

"Polda Metro Jaya membuat laporan polisi tanggal 4 Januari melakukan penyelidikan memeriksa akhir ya menaikan ke penyidikan. Dan akhirnya kita tangkap di rumahnya di Celegon pada 6 Januari pukul 22.30 WIB," ujarnya.

"Tulisan ada @dahnilanzar, 'Harap ditindaklanjuti, informasi berikut: di Tanjung Priok ada 7 kontainer berisi 80 juta surat suara yang sudah di coblos. Hayo Padi merapat pasti dari Tionglok tuh' ," sambung Argo membacakan tulisan pelaku.

Dalam tulisan itu, MIK juga menyisipkan capture yang bertulisan 'Viralkan Info dari sumber yang dipercaya, posisi paslon nomor 1 unggul hanya tinggal di 4 propinsi Jateng, NTT, Bali dan Papua.

"Tersangka dikenakan Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45A ayat 2 Undang-undang RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang RI nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi Elektronik, dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan atau denda Paling banyak Rp 1 miliar, dan atau Pasal 14 dan Pasal 15 Undang-undang RI nomor 1 tahun 1946 tentang
peraturan Hukum Pidana, dengan pidana penjara paling singkat 2 tahun dan paling lama 10 tahun," pungkasnya. [hpy]

#PenyebarHoax #SuratSuaraTercoblos)
BERITA TERKAIT
Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Akhir Pekan
Jakarta Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang HUT RI
Granat Aktif Ditemukan Anak di Taman Kumis Cibubur
Ricuh di TVRI, Polisi Amankan Satu Anggota Anarko
Anies: Proses Penyelenggaraan Formula E Transparan
Anies Tunjuk Jakpro Kelola Perhelatan Formula E
Wanita Ini Gantung Diri Karena Persoalan Asmara

kembali ke atas