EKONOMI

Jumat, 11 Januari 2019 | 19:08 WIB

Rawan Gempa, PLTA Batangtoru Tetap Aman Asalkan

Rawan Gempa, PLTA Batangtoru Tetap Aman Asalkan
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Medan - Meski kawasan Batangtoru berada di zona gempa, proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, tetap aman.

Asal pembangunannya mengacu kepada hasil kajian para pakar.
Lismawaty dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumut, yang juga pengajar Program Studi Teknik Geologi Institut Teknologi Medan (ITM), menyatakan, lokasi pembangunan PLTA Batangtoru tidak ada masalah. Sepanjang memenuhi semua syarat kajian yang telah dilakukan, proyek Batangtoru dinilai sebagai solusi.

"Saya sangat optimistis berbagai kajian soal kegempaan yang juga sudah dilakukan akan membuat PLTA Batangtoru akan menjadi solusi dan tidak justru menjadi masalah," kata dia dalam diskusi "Dinamika Tektonik & Potensi Bahaya Gempa Segmen Toru, Khususnya PLTA Batang Toru" di Medan, belum lama ini.

Sedangkan tenaga ahli PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE), Didiek Djawadi mengatakan, pembangunan penampungan air untuk pembangkit listrik, harus mengacu kepada kajian dan penelitian akademik.Yang melingkupi potensi gempa dari berbagai sumber yang dimungkinkan seperti Subduction Zone, Shallow Crustal & Background serta Benioff Zone. "Semuanya diperhitungkan berdasarkan potensi dari semua jenis sumber gempa yang dimungkinkan," katanya.

Dari dasar kajian ini, pembangunan penampungan air tersebut dipastikan dilakukan dengan mempedomani berbagai prosedur yang menjadi standar nasional hingga standar internasional sebagaimana yang tercantum dalam Bulletin ICOLD (International Commissionon Large Dams), US Army Corpsof Engineer, dan standar lainya.

"Itu yang harus kita analisis, bagaimana membuat suatu bangunan yang tidak runtuh oleh gempa. Sehingga baik dari struktur, beton, jenis tipenya itu semua harus terukur sehingga dia tidak runtuh," katanya.

Geolog ITB, Prof T Abdullah Sanny menyatakan, zona gempa di kawasan Batangtoru bukan berarti tidak boleh ada pembangunan infrastruktur.

Menurut Abdullah, pembangunan bisa berjalan sepanjang telah memiliki kajian penelitian komprehensif. Hasil penelitian tersebut menjadi pedoman menentukan model infrastruktur yang dibangun. Langkah ini bertujuan memitigasi risiko kegempaan. Itu bisa direkayasa. Artinya perlu diketahui bahwa vibrasi yang akan ditimbulkan oleh gempa terhadap bangunan dengan mendesain struktur yang sesuai," kata Abdullah.

Sebelumnya, Direktur Jaringan Monitor Tambang (JMT) Ali Adam, mengatakan, tidak tertutup kemungkinan penampungan limbah yang biasanya mengandung bahan kimia berbahaya akan mengalami kerusakan saat terjadinya gempa. Secara teknis kami tentu tidak pernah mengukur kekuatan, tentu itu menjadi bagian yang harus diawasi pemerintah, kata Ali Adam.

Meskipun pihak perusahaan tambang mengklaim penampungan limbahnya aman, publik tetap mengkhawatirkan risiko yang terjadi jika gempa di sesar. Pemerintah dan pihak terkait harus belajar dari bencana kerusakan reaktor nuklir Fukushima, Jepang, yang sebelumnya digadang-gadang memiliki standar keselamatan tinggi, ternyata menimbulkan dampak pencemaran lingkungan fatal akibat kebocoran limbah setelah gempa. [tar]

#PLTABatangtor #Listrik #Pembangkit #PLN
BERITA TERKAIT
PLN Beri Insentif Berupa Diskon Rp52/KWH
NHSE Bantah Bagi-bagi Duit Proyek PLTA Batangtoru
PLN Berencana Tambah 736 MW EBT di 2019
Diskon Tarif Penambahan Daya Aksi Korporasi
PLN Pastikan Pasokan Listrik MRT dan LRT Aman
(Jelang Debat Capres) Ongkos Kembangkan EBT 30 Kali Biaya Freeport
PLN Sambung Listrik Gratis 1.000 KK di Jepara

ke atas