NASIONAL

Jumat, 11 Januari 2019 | 23:40 WIB

Moeldoko: Jauhi Radikalisme dari Politik Praktis

Ahmad Farhan Faris
Moeldoko: Jauhi Radikalisme dari Politik Praktis
Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta -Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengingatkan kepada semua pihak agar tak memanfaatkan kelompok radikal buat kepentingan politik praktis.

Meski begitu, Moeldoko mengakui Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak memberikan tanggapan atas laporan dari GP Ansor terkait pihak yang menggunakan kelompok radikal demi kepentingan politiknya.

Saya secara pribadi ingin mengingatkan siapa pun yang bermain-main dengan menggunakan kelompok radikal untuk kepentingan politik praktis. Ini bakal menjadi bakcfire (bumerang). Ingat itu, tegas Moeldoko di Kompleks Kepresidenan, Jumat (11/1/2019).

Menurut Moeldoko, pemerintah tidak bakal memberi ruang kepada kelompok radikal dan semua pihak sebaiknya bersikap sama dengan menempatkan kelompok radikal sebagai musuh bersama.

Semua harus memiliki sikap yang sama. Akan lebih bagus lagi kalau kita menempatkan kelompok radikal sebagai musuh bersama. Tidak usah ragu-ragu menghadapi situasi seperti itu," ujarnya.

Sebab, menurut Moeldoko, kelompok radikal bakal mengganggu masa depan anak-anak bangsa dan masa depan Indonesia jika dibiarkan berkembang. Karena itu, Moeldoko mengingatkan, jangan pernah membiarkan kelompok radikal berkembang di negeri ini.

Sebuah upaya bagi presiden membuka pintu selebar-lebarnya kepada siapa pun untuk memberikan masukan atas hal-hal positif yang perlu ditindaklanjuti ke depan, tandas Moeldoko. [hpy]

#Moeldoko #Radikal # Pilpres 2019
BERITA TERKAIT
Nur Asia Bersyukur Prabowo-Sandi Tampil Baik
Moeldoko Sebut Prabowo Ngarang
Moeldoko Sebut Kasus Novel Pidana Murni
Moeldoko: BPN Prabowo-Sandi Ganggu Pemandangan
(Pembebasan Ba'asyir Dikaji) Hastag #JKWBatalCintaUlama Jadi Trending
Fahri Minta Kepala Daerah Tak Sibuk Jadi Timses
Dahnil Sindir Jokowi Cukur Rambut di Garut

ke atas