EKONOMI

Minggu, 13 Januari 2019 | 06:39 WIB

Membangun Jawa Barat, Emil Satukan Lima Unsur

Membangun Jawa Barat, Emil Satukan Lima Unsur
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

INILAHCOM, Bandung - Kekuatan pembangunan suatu negara atau wilayah, perlu didukung semua elemen yang ada. Percepatan pembangunan tak bisa dilakukan satu pihak.

Maka hadir konsep pembangunan pentahelix, di mana unsur pemerintah, masyarakat atau komunitas, akademisi, pengusaha, dan media bersatu membangun kebersamaan dalam pembangunan.

"Membangun peradaban manusia tidak bisa dilakukan oleh satu elemen. Dalam teori perubahan ada istilah pentahelix. Di mana, penta adalah lima dan helix adalah jalinan," kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Hotel Grand Asrilia, Kota Bandung, Sabtu (12/1/2019).

Unsur pemerintah, kata Emil, sapaan akrabnya, mempunyai political power untuk merumuskan sebuah kebijakan melalui keputusan. Sementara masyarakat atau komunitas disebut social power. Peran Muhammadiyah diharapkan bisa terlibat aktif dalam proses pembangunan di Jawa Barat.

Muhammadiyah dengan kekuatannya, Ukhuwah Islamiyah-nya menghadirkan perubahan. Tidak hanya berdakwah dari sisi agama tapi muamalah kemasyarakat menjadi sebuah citra paling positif dari gerakan Muhammadiyah, ujar Emil.

"Yang ketiga, ada akademisi. Melalui kekuatan knowledge power menghadirkan ilmu yang menghadirkan hidup ini lebih cepat, lebih murah, lebih berfaidah," jelasnya.

Unsur keempat pentahelix, yaitu pebisnis atau pengusaha. Namun, Emil menekankan pebisnis di sini perlu paham tentang Pancasila, agar ada kepedulian terhadap keadilan sosial. Apabila ekonomi kita tidak berbasis Pancasila dikhawatirkan akan muncul kapitalis yang tidak peduli dengan keadilan sosial di masyarakat. Yang terakhir (unsur kelima) dalam pentahelix adalah media, ungkap Emil.

Untuk itu, Emil meminta peran serta Muhammadiyah dalam proses pembangunan di Jawa Barat. Dia menilai Pemdaprov Jawa Barat dan Muhammadiyah setara. Terlebih Muhammadiyah mempunyai kekuatan ekonomi, sosial, juga kekuatan akademisi.

Kami seperlima perubahan bertemu dengan seperlima perubahan di Muhammadiyah. Ditambah lagi Muhammadiyah punya kekuatan sosial juga ekonomi juga akademisi. Jadi, sebenarnya sudah tiga per lima hadir di sosok organisasi Muhammadiyah, tandasnya. [ipe]

#PemprovJabar #RidwanKamil #PembangunanJabar
BERITA TERKAIT
Majukan Desa, Jabar Bangun 20 Jembatan
Genjot Pariwisata, Jabar Ancang-ancang Begini
Enggar Beri Emil Penghargaan Perlindungan Konsumen
Begini Cara Emil Bumikan Kopi di Jabar
Emil Sibuk Kampanye, Warga Jabar Rindukan Anies
Inilah Peran Strategis Tol Cisumdawu Bagi Jabar
Pemprov Jabar Paksa ASN Singahi Bandara Kertajati

ke atas