DUNIA

Minggu, 13 Januari 2019 | 06:52 WIB

Ratusan Ribu Pegawai Negeri AS Tak Gajian

Ratusan Ribu Pegawai Negeri AS Tak Gajian
(Foto: BBC)

INILAHCOM, Washington DC--Sekitar 800 ribu pegawai pemerintahan AS tak mendapatkan gaji pertama mereka di tahun 2019. Penutupan sebagian lembaga federal mencapai titik terburuk dalam sejarah.

Mereka yang tak menerima penghasilan bulan Januari akibat shutdown pemerintah federal AS ini adalah para karyawan bandara, detektif Biro Investigasi Federal (FBI), hingga sipir penjara.

Para pelayan publik AS ini seharusnya menerima gaji pada Jumat (11/1/2019). Situasi yang terjadi mendorong mereka mengunggah slip gaji ke media sosial.

Oscar Murillo, insinyur luar angkasa di Badan Antariksa AS (NASA), menunjukkan slip gaji kosong yang diterimanya ke akun Twitter. Ia mengaku kehabisan uang karena kondisi ini.

Sementara pengguna Twitter lainnya, Cat Heifner, mengunggah slip gaji bernilai satu sen yang diterima saudara lekakinya, seorang pengendali lalu lintas udara.

Situs jual-beli Craigslist pun dibanjiri iklan para pegawai pemerintahan federal yang berupaya menjual harta benda mereka.

Barang-barang itu beraneka rupa, dari kasur hingga boneka lawas. Mereka mencantumkan pula tulisan 'government shutdown specials' alias produk khusus selama penutupan pemerintah federal.

"Dijual U$93,88 (Rp1,3 juta) di Wallmart, tapi di sini saya jual US$10 (Rp141 ribu)," demikian tertulis di iklan sebuah kursi goyang.

"Kami membutuhkan uang untuk membayar tagihan," tulis sang penjual.

Dari total 800 ribu pekerja pemerintah federal yang tak gajian, sekitar 350 ribu di antaranya diwajibkan mengambil skema cuti yang mirip pemberhentian sementara.

Ribuan pegawai federal itu dilaporkan mengajukan pengambilan tunjangan pemecatan akibat ketidakpastian finansial yang mereka hadapi.

Keadaan ini berawal Desember lalu saat sebagian lembaga federal ditutup sementara. Presiden AS, Donald Trump menolak menyetujui anggaran federal karena tak memuat biaya pembangunan tembok perbatasan Meksiko.

Sebelumnya, Partai Demokrat menolak usulan anggaran Trump sebesar US5,7 miliar (Rp80,3 triliun).

Setidaknya 25% dari seluruh badan federal AS tidak akan beroperasi sampai usulan anggaran tersebut disetujui.

Badan legislatif AS, baik Senat maupun DPR, berinisiatif mengesahkan regulasi yang memastikan para pegawai negeri itu menerima gaji setelah pemerintah federal kembali beroperasi.

Donald Trump dijadwalkan segera meneken rancangan peraturan itu.

Rancangan regulasi itu barangkali dapat menjadi penghiburan bagi sebagian pegawai federal yang kini menghadapi depresi.

Dalam diskusi terkait keamanan perbatasan bersama pimpinan federal dan pemerintahan lokal, Trump kembali mendesak Partai Demokrat menyetujui usulan anggaran pembangunan tembok perbatasan di Meksiko.

"Namakan tembok itu 'buah persik'. Saya tak peduli namanya, tapi kita butuh uang untuk membangun perbatasan itu," kata Trump.

Bagaimanapun, pimpinan Demokrat di DPR menyebut saat ini keputusan ada di tangan Trump.

"Ketika presiden bertindak, kami akan merespon apapun yang dia lakukan," kata juru bicara Demokrat di DPR , Nancy Pelosi. [bbc/lat]

#shutdown #as
BERITA TERKAIT
Penembakan Berlangsung di Dalam Trem di Belanda
Top, Si Pelempar Telur ke Kepala Senator Australia
Selandia Baru Akan Bahas Perubahan UU Senjata
Gedung Putih Gundah Manifesto Penembak Masjid
OKI Bertemu Bahas Pembantaian di Selandia Baru
Manifesto Penembak Jamaah Masjid Puji Trump
(Insiden Penembakan Brutal di Masjid) Kisah Mahasiswa RI Bisa Lolos dari Serangan Teror

ke atas