PASAR MODAL

Senin, 14 Januari 2019 | 05:33 WIB
Highlight

IHSG Masih Bisa Reli Naik

Wahid Ma'ruf
IHSG Masih Bisa Reli Naik
(Foto: inilahcom)
1 2


INILAHCOM, Jakarta - IHSG masih berpotensi melanjutkan penguatan, namun IHSG sudah memasuki area jenuh beli dalam jangka pendek. Jadi penguatan akan cenderung terbatas.

Menurut praktisi pasar modal, Stefanus Mulyadi Handoko, IHSG bisa saja mengalami profit taking sejenak ataupun berkonsolidasi dulu sebelum melanjutkan reli penguatannya lagi, agar trend bullish yang saat ini sedang terjadi bisa sustainable dan wajar.

"Sejak mengalami reli penguatan pada akhir tahun, IHSG relatif bergerak naik tanpa adanya koreksi yang berarti. Walaupun belum tentu terjadi koreksi, disarankan tetap waspada terhadap potensi terjadinya profit taking tiba-tiba," katanya Minggu (13/1/2019).

Sesuai perkiraan pekan lalu, IHSG berhasil mencapai target di level 6.360. Apabila tren penguatan terus berlanjut, maka terbuka peluang bagi IHSG menuju target berikutnya dikisaran 6.445 hingga 6.500. Sementara apabila terjadi aksi profit taking wajar, maka IHSG akan mencoba bertahan di support terdekat di level 6.250, dengan support berikutnya berada di level 6.185.

Secara teknikal IHSG terus bergerak naik dan melanjutkan fase uptrendnya. Pasca penembusan ke atas resistance area konsolidasi jangka menengahnya di level 6.117, IHSG berada di jalur bullish dengan terus bergerak naik di dalam uptrend channelnya.

Indikator teknikal MACD yang terus bergerak naik diatas centreline, mengindikasikan bahwa indeks masih berada di fase uptrend dan cenderung melanjutkan pergerakan positifnya.

Untuk pekan ini, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada data eksport-import dan neraca perdagangan bulan Desember yang akan dirilis pada hari selasa (15/1/2019). Sementara pada hari kamis (17/1/2019), investor akan mencermati rapat dewan gubernur BI yang diperkirakan akan menahan suku bunga acuan BI rate.

Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian para pelaku pasar pada pekan ini, diantaranya adalah Senin 14 Januari 2019, Rilis data perdagangan China. Selasa 15 Januari 2019, Rilis data indeks produsen AS, Pernyataan Presiden ECB Draghi, Brexit Vote.

Rabu 16 Januari 2019, Pernyataan Gubernur BOE Carney, Rilis data inflasi Inggris. Kamis 17 Januari 2019, Rilis index keyakinan konsumen Australia, Meeting G20, Pernyataan Gubernur BOJ Kuroda. Jumat 18 Januari 2019 : Rilis data inflasi Jepang, Meeting G20, Rilis data ritel Inggris.
#BursaSaham #Dolar #IHSG #TrumpEffect
BERITA TERKAIT
Pengitungan Pilpres 2019 Belum Usai, IHSG Melejit
Harga Minyak Mentah Kian Sensitif
Efek Pilpres, IHSG Bergerak Melewati 6.900..?
ConocoPhillips Jual Anak Usaha di London US$2,8 M
Wall Street Masih Andalkan Musim Laba Kuartal I
Sehari Jelang Pilpres, IHSG Makin Berotot
Proteksionisme Hambat Pertumbuhan Ekonomi Global

kembali ke atas