EKONOMI

Selasa, 15 Januari 2019 | 08:09 WIB
(Kelola Sampah Plastik)

Inaplas Dorong Pembangunan PLTSa di Seluruh Daerah

Inaplas Dorong Pembangunan PLTSa di Seluruh Daerah
(Foto: istimewa)

INILAHCOM Jakarta - Inisiatif sejumlah pemerintah daerah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), adalah langkah jitu dalam menyelesaikan masalah sampah khususnya plastik.

Inisiatif tersebut sekaligus mendukung program kelistrikan nasional. Sejumlah pemda yang sudah berkomitmen membangun pembangkit listrik berbahan baku sampah tersebut, diantaranya adalah Kota Semarang, Denpasar, Tangerang, Tangerang Selatan, dan sejumlah kota besar lainnya.

Progress paling cepat adalah yang dilakukan Pemkot Semarang, Jawa Tengah yang menargetkan PLTSa Jatibarang beroperasi pada April 2019. Di mana, PLTSa tersebut direncanakan memproduksi listrik sebesar 1,3 MegaWatt (MW), dengan menggunakan teknologi insinerator dan landfill gas (LFG), yang saling terintegrasi.

"Teknologi insinerator bisa mengurangi sampah secara signifikan karena mampu mereduksi hingga 90 persen. Jadi, nantinya hanya akan tersisa residu sampah 10 persen," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, Muthohar.

Sami mawon dengan Pemkot Tangerang Selatan dan Pemkab Tangerang, keduanya mempercepat proses pembangunan PLTSa di masing-masing wilayah. Pemkot Tangsel saat ini tengah melakukan proses seleksi terhadap 12 perusahaan yang akan membangun PLTSa di Cipeucang, Tangsel.

Sebagian besar perusahaan tersebut berasal dari luar negeri. Diharapkan, proses seleksi tersebut bisa segera selesai dan pembangunan serta operasional PLTSa tersebut bisa berproduksi pada 2021.

Sementara, Pemkot Tangerang tengah melakukan studi kelayakan terutama biaya pengelolaan sampah alias tipping fee yang akan ditawarkan ke investor.

Direktur Bioenergi Ditjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementrian ESDM, Andriah Febby Misna menyatakan, hasil survei yang dilakukan Pemerintah, terdapat sekitar 15 kota yang memiliki sampah dengan jumlah besar, diantaranya DKI Jakarta dengan potensi sampah yang mencapai 7000 ton per hari, disusul Surabaya, Bandung dan Bekasi.

Diperkirakan sampah yang dihasilkan masyarakat mampu menghasilkan listrik sekitar 2.000 MW. Pemerintah menargetkan pembangunan PLTSa di 12 kota, yakni DKI Jakarta, Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi, Bandung, Semarang, Surakarta, Surabaya, Makassar, Denpasar, Palembang, Manado dan Bali.

Asosiasi lndustri Olefin, Aromatik dan Plastik lndonesia (Inaplas), mendukung penuh pembangunan PLTSa yang digagas sejumlah pemerintah daerah.
Menurut Wakil Ketua Inaplas, Suhat Miyarso, asosiasi sangat mendukung pemerintah pusat dalam memberikan insetif kepada sejumlah pemda. Karena dinilai kreatif dan proaktif dalam menangani masalah sampah, khususnya sampah plastik. Selain itu,

Inaplas menolak tegas rencana pemberian insentif kepada pemda yang melarang kantong dan produk plastik, karena dinilai tidak akan menyelesaikan masalah sampah plastik. Lembaga ini juga menolak pemberian insentif pemerintah kepada pemda yang menerbitkan perda larangan kantong plastik.
Insentif tersebut akan lebih efektif dan tepat guna, jika diberikan kepada pemda yang kreatif menyelesaikan masalah sampah, salah satunya dengan membangun PLTSa. [tar]

#PembatasanPlastik #PemprovDKI #PLTSa #SampahPlastik
BERITA TERKAIT
Zhongde Siap Kelola Sampah di Minahasa Utara
(Soal Pipa BBM Terbakar) Pertamina Sudah Permah Ingatkan KCIC
BKP Kementan Ajak Membangun Industri Pertanian 4.0
Pembangunan PLTA Jatigede Telah 70%
BRG Terus Inovasi Tata Kelola Ekosistem Gambut
Dituding Suka Kebablasen, Luhut Disarankan Pensiun
Pipa Pertamina Terbakar, Bagaimana BBM di Bandung?

kembali ke atas