NASIONAL

Rabu, 16 Januari 2019 | 17:31 WIB

Novel Tolak Tim Gabungan, Polri: Tunggu Hasilnya

Muhammad Yusuf Agam
Novel Tolak Tim Gabungan, Polri: Tunggu Hasilnya
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Penyidik senior KPK, Novel Baswedan menolak pembentukan tim satgas gabungan oleh Polri untuk mengusut teror penyiraman air keras terhadapnya.

Polri meminta Novel untuk menunggu hasil dari kerja satgas gabungan.

"Saudara NB (Novel Baswedan) juga saya baca di media-media menolak tim gabungan ini, silakan. Kita harus hargai lembaga resmi. Kami menghargai Koalisi Masyarakat Sipil terima kasih, tapi hargai dong kami juga menghargai lembaga resmi independen seperti Komnas HAM independen, tidak di bawah siapapun, tidak di bawah presiden, kita hargai, biarkan berjalan tunggu dong hasilnya," jelas Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Iqbal meminta para pihak yang menuntut kasus ini segera terungkap untuk menunggu hasil kerja Polri. Dia menyebut tim menargetkan kasus ini bisa diungkap secepat mungkin.

"Tunggu hasilnya kami bekerja, saya kira itu. Tunggu hasilnya kami sedang bekerja tentunya dengan tim gabungan untuk membuat terang benderang kasus ini," ujarnya.

Iqbal juga menjanjikan kasus ini akan diselidiki secara transparan oleh satgas gabungan. Kasus ini, bagi kepolisian adalah prioritas yang harus segera dituntaskan.

"Tidak ada urgensinya kami menunda-nunda pengungkapan kasus dan kasus ini apalagi melanda katakanlah seorang penyidik di KPK, kasus ini masuk dalam kategori prioritas bagi kami," ucapnya.

Novel Baswedan sebelumnya mengkritik tim gabungan bentukan Polri. Bagi Novel, tim yang diinginkannya adalah Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

"Kami meminta untuk dibentuk Tim Gabungan Pencari Fakta, bukan tim penyidik dan penyelidik. Bedanya apa dengan tim yang sebelumnya?" kata Novel di gedung KPK, Jakarta, Selasa (15/1/2019). [ton]

#PenyiramanAirKerasNovelBaswedan
BERITA TERKAIT
Prabowo Belum Putuskan Temui Utusan Jokowi
Bakar Diri, Siti Dianggap Depresi
Bakar Diri, Siti Sempat Ngamuk di Warung Khozin
7 Parpol di Surabaya Minta Rekap Suara Dihentikan
Idap ODGJ, Pemudi Ini Makan Jarinya Sendiri
(Hitung Manual Versi Al-Akbar Research Centre) Prabowo-Sandi Unggul 84% di Pamekasan
BPN Sebut Luhut yang Diutus Jokowi Temui Prabowo

kembali ke atas